Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Apa Yang Dimaksud Dengan Deposito

Apa Yang Dimaksud Dengan Deposito


Sulit mengatur keuangan karena hanya punya satu rekening bank? Bukalah tabungan deposito. Sifatnya yang lebih kaku membuat Anda lebih sulit menarik dana. Hal ini cocok untuk menyimpan uang bagi tujuan jangka panjang, misalnya pendidikan, tabungan rumah, dan sebagainya. Walau penambahan bunganya cenderung lambat, keamanannya lebih terjamin.

Sebagai contoh, jika Anda sudah punya rencana seperti membayar uang masuk sekolah atau bepergian, dan sudah mengumpulkan dana cukup banyak, deposito bisa menjadi semacam program “penyimpanan uang”. Anda bisa membuka rekening deposito sesuai dengan periode yang dibutuhkan, lalu menyimpan uangnya di sana. Selain aman, Anda bisa mendapat keuntungan ekstra dari bunganya.

Deposito juga lebih menguntungkan jika Anda bisa menabung dalam jumlah besar. Dana pokok deposito tidak dikenai biaya administrasi, karena yang akan dipotong hanya bunganya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir uang tabungan terus berkurang.

Yang menjadi pertanyaan, apakah semua nasabah paham apa yang dimaksud dengan deposito? Keberadaan artikel ini akan mengulas secara lengkap apa itu deposito, jenis deposito, Manfaat deposito, keunggulan deposito, dan sebagainya.

Apa Itu Deposito?


Apa yang dimaksud dengan deposito? Deposito adalah produk perbankan yang menawarkan penyimpanan dalam periode tertentu dengan suku bunga deposito lebih tinggi dari rekening biasa. Anda bisa memilih periode penyimpanan, tetapi tidak bisa menarik uangnya hingga periode tersebut berakhir. Tidak seperti tabungan, deposito memberi Anda bukti berupa bilyet, bukan buku rekening.

Berbagai bank menawarkan beberapa pilihan periode deposito, mulai dari 3 bulan hingga 2 tahun. Periode ini bersifat mengikat. Misalnya, jika Anda memilih deposito berjangka setahun, Anda tidak bisa menarik uangnya hingga masa tersebut berakhir, kecuali jika Anda siap membayar denda.

Jenis Jenis Deposito 


Secara umum, ada empat jenis deposito yang ditawarkan berbagai bank di Indonesia, yaitu:

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan produk paling umum. Anda hanya bisa menariknya setelah jangka waktu yang dipilih berlalu. Sebagian besar bank menawarkan jangka waktu penyimpanan 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan, tetapi ada juga yang merupakan pengecualian. 

Bagaimana jika Anda membutuhkan uang untuk kebutuhan mendesak? Anda masih bisa menariknya sebelum periode penyimpanan berakhir, tetapi ada penalti yang harus dibayar.

2. Deposito Automatic Rollover

Deposito ini mirip dengan deposito berjangka karena ada batas waktu penyimpanan. Bedanya, Anda bisa memperpanjangnya ketika periodenya akan habis. Hasilnya adalah bunga majemuk yang semakin menambah keuntungan nasabah. 

Deposito jenis ini cocok untuk nasabah yang tidak terlalu membutuhkan uang untuk kebutuhan jangka pendek dan ingin menambah keuntungan investasi berisiko rendah. Jika Anda memilih produk ini sejak awal, bank akan melakukan perpanjangan secara otomatis.

3. Deposito On Call

Deposito On Call dikhususkan bagi pemilik dana besar yang hanya membutuhkan periode penyimpanan singkat. Jangka waktu penyimpanannya bisa terdiri dari 7, 14, hingga 30 hari saja. Hal ini untuk menjaga agar nilai uang nasabah yang disimpan tetap stabil.

Suku bunga deposito on call biasanya relatif lebih besar dari deposito konvensional karena sifat khususnya. Deposito ini biasanya melibatkan dana besar hingga ratusan juta. Anda bahkan dapat menggunakannya sebagai jaminan untuk pengambilan kredit atau melakukan transfer ke bank lain.

4. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka, tetapi menghasilkan sertifikat atau surat berharga. Tidak seperti deposito biasa, sertifikat deposito tidak dimiliki secara paten. Anda bisa menjual atau mengalihkan kepemilikan sertifikat deposito ke pihak lain, misalnya sebagai warisan.

Sertifikat deposito populer di kalangan nasabah bermodal besar yang ingin memiliki modal investasi masa depan. Misalnya, jika ingin memulai usaha atau berbisnis di bidang properti, Anda bisa menggunakan sertifikat deposito sebagai modal.

Tidak seperti deposito biasa, Anda tidak bisa begitu saja melakukan transfer uang ke rekening untuk memperpanjang penyimpanan dana. Nasabah harus mencairkan dana sertifikat sebelum membeli yang baru dari bank terkait.

Keterangan : Setiap jenis deposito ini memiliki karakteristik khusus serta keuntungan dan risiko sendiri. Hindari tergiur bunga tinggi dan pastikan memilih jenis yang paling tepat sesuai kebutuhan.


Manfaat Deposito Untuk Nasabah


Deposito merupakan pilihan investasi berisiko rendah dibandingkan pasar saham, misalnya. Anda bisa mengamankan uang dan mendapat bunga lebih tinggi dari tabungan biasa, tetapi tanpa risiko yang menyertai instrumen lainnya. Walau bunganya relatif rendah dibandingkan bentuk investasi lain yang lebih berisiko, Anda bisa mempertimbangkannya sebagai pilihan berisiko rendah yang tidak menuntut keahlian khusus.

Dana deposito juga lebih aman karena ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), walau dengan beberapa syarat seperti bunga yang tidak melebihi standar batas LPS serta dana tersimpan di bawah dua miliar Rupiah. Jaminan ini akan menjaga keamanan dana Anda bahkan jika bank mengalami sesuatu, misalnya kebangkrutan.

Keuntungan tambahan dari deposito adalah adanya pilihan Automatic Rollover. Anda bisa menginvestasikan ulang dana deposito sehingga menciptakan bunga majemuk yang semakin menambah keuntungan. Anda bisa mendiskusikan detailnya dengan pihak bank yang menawarkan layanan tersebut.

Keunggulan Deposito Dari Tabungan Biasa


Ada beberapa keunggulan deposito dari  tabungan biasa, yaitu sebagai berikut:

1. Suku Bunga

Deposito menawarkan suku bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Jika tabungan hanya menawarkan bunga tahunan 0,5% hingga 3%, bunga deposito bisa mencapai 5% hingga 7%, tergantung kebijakan lembaga keuangannya.

2. Fleksibilitas Penarikan Dana

Anda bisa menarik dana tabungan biasa kapan saja dan dengan berbagai cara, misalnya dengan formulir penarikan, ATM, hingga mobile banking. Sebaliknya, deposito memiliki periode penyimpanan spesifik. Jika menarik dana sebelum periode tersebut berakhir, Anda akan dikenai denda.

3. Aspek Investasi

Deposito lebih cocok sebagai pilihan investasi yang relatif mudah dilakukan, terutama dibandingkan tabungan biasa. Hal ini karena suku bunganya lebih tinggi dan dananya lebih sulit diambil, sehingga cocok untuk menyimpan dana yang sifatnya terpisah dari kebutuhan bulanan.

4. Jaminan Pinjaman

Deposito bisa menjadi jaminan jika Anda harus meminjam uang. Hal ini bisa dilakukan lewat pilihan sertifikat deposito yang merupakan surat berharga. Akan tetapi, hal ini tidak disarankan kecuali sangat mendesak lantaran bunga pinjaman bisa mengikis keuntungan deposito Anda.

Cara Menghitung Bunga Deposito


Setiap bank memiliki kebijakan tertentu terkait deposito serta bunganya, tetapi ada rumus mudah menghitung bunga deposito sebagai bahan pertimbangan Anda, yaitu:

(Jumlah dana x Bunga per tahun) x jumlah bulan tenor / 12 = bunga deposito

Ilustrasi: Anda memiliki dana sebesar Rp50.000.000 dan ingin menyimpannya dalam tenor 24 bulan. Bank pilihan Anda menawarkan suku bunga 5% per tahun. Maka rumus perhitungan bunga depositonya adalah:

(50.000.000 x 5%) x 24 / 12 = Rp5.000.000

Setelah 24 bulan, dana Anda akan menjadi Rp50.000.000 + Rp5.000.000 = Rp55.000.000.

5 Tips Cerdas Dalam Memilih Deposito


Beragam pilihan paket layanan deposito serta penawaran suku bunganya bisa membuat Anda kewalahan memilih produk. Hindari memilih paket deposito yang tidak sesuai kebutuhan dengan mengikuti tips berikut ini:

1. Bandingkan Beberapa Suku Bunga Sekaligus

Seperti yang digambarkan di atas, bank berbeda menawarkan beragam suku bunga serta setoran awal. Suku bunga tinggi bukan jaminan paket deposito tersebut cocok untuk Anda, karena ada faktor lain seperti setoran awal serta jenis akun deposito (individual atau untuk lembaga, misalnya).

2. Bandingkan Pilihan Tenor Setiap Bank

Bank menawarkan beberapa pilihan tenor bagi calon nasabah deposito, tetapi biasanya bervariasi. Misalnya, Bank Mandiri dan BNI menawarkan 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Akan tetapi, BCA hanya menawarkan 1, 3, 6, dan 12 bulan. Pastikan membandingkan pilihan tenor dengan suku bunga dan perkiraan keuntungan yang akan Anda peorleh.

3. Perhitungkan Batas Bunga untuk Jaminan Keamanan

Ingin dana deposito Anda dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan? Pastikan suku bunganya tidak melebihi batas yang ditetapkan LPS untuk perlindungan. Batas bunga untuk perlindungan dana deposito Rupiah di bank nasional oleh LPS adalah 5,25%. Jika melebihi angka tersebut, dana deposito Anda tidak akan mendapat jaminan, misalnya jika bank mengalami kebangkrutan atau semacamnya.

4. Perhitungkan Biaya Tambahan

Pastikan memperhitungkan biaya tambahan yang akan muncul dari layanan deposito, misalnya biaya administrasi bulanan. Setiap bank memiliki beragam variasi persyaratan pembiayaan, jadi pastikan Anda berdiskusi dengan pihak bank untuk memastikan biaya tambahan tersebut.

5. Perhitungkan Reputasi Bank

Dana Anda mungkin bisa dijamin oleh LPS, tetapi memilih bank bereputasi baik tetap menjadi kunci menabung/investasi sehat. Anda bisa memperhitungkan hal-hal seperti jumlah kantor cabang, ulasan nasabah, jenis dan luas wilayah pelayanan, serta kabar terkait reputasi bank dari media. 

Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa deposito merupakan investasi berisiko rendah sekaligus cara mudah mengelola uang untuk tujuan masa depan agar tidak mudah terpakai. Deposito menawarkan beragam keuntungan seperti suku bunga tinggi serta perlindungan pembiayaan. Anda bisa mempertimbangkan bunga deposito bank tertinggi sebagai salah satu pertimbangan memilih layanan, tetapi pastikan memperhitungkan faktor lain seperti pembiayaan ekstra, tenor, dan reputasi bank.