Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

4 Jenis Deposito Bank Yang Perlu Anda Ketahui

Jenis tabungan deposito Bank - Deposito adalah produk perbankan yang menawarkan penyimpanan dalam periode tertentu dengan suku bunga lebih tinggi dari rekening biasa. Anda bisa memilih periode penyimpanan, tetapi tidak bisa menarik uangnya hingga periode tersebut berakhir. 

Namun terkadang, banyak orang ragu memilih deposito sebagai sarana menyimpan dana, atau malah terlalu percaya diri dalam memilihnya karena mengira deposito mirip tabungan biasa. Padahal, ada banyak perbedaan antara deposito dan tabungan biasa, belum lagi rincian jenis-jenis deposito serta karakteristik khususnya. Kecerobohan dalam memilih deposito bisa membuat Anda rugi atau mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan.

4 Jenis Tabungan Deposito Bank

Faktor di atas tentu akan memengaruhi hasil investasi nasabah. Jika Anda tertarik untuk mengajukan pilihan deposito, pastikan untuk memahami perbedaan deposito dengan tabungan biasa beserta jeni-jenis depositonya. Simak ulasan lengkap terkait dengan jenis deposito bank dan perbedaannya dengan tabungan biasa berikut ini.

Jenis-Jenis Deposito Bank


Berikut ini merupakan empat jenis deposito Bank yang perlu diketahui sebelum nasabah memutuskan untuk membuka tabungan deposito.

1. Deposito Berjangka


Deposito berjangka merupakan produk paling umum. Anda hanya bisa menariknya setelah jangka waktu yang dipilih berlalu. Sebagian besar bank menawarkan jangka waktu penyimpanan 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan, tetapi ada juga yang merupakan pengecualian. 

Bagaimana jika Anda membutuhkan uang untuk kebutuhan mendesak? Anda masih bisa menariknya sebelum periode penyimpanan berakhir, tetapi ada penalti yang harus dibayar.

2. Deposito Automatic Rollover


Deposito ini mirip dengan deposito berjangka karena ada batas waktu penyimpanan. Bedanya, Anda bisa memperpanjangnya ketika periodenya akan habis. Hasilnya adalah bunga majemuk yang semakin menambah keuntungan nasabah. 

Deposito jenis ini cocok untuk nasabah yang tidak terlalu membutuhkan uang untuk kebutuhan jangka pendek dan ingin menambah keuntungan investasi berisiko rendah. Jika Anda memilih produk ini sejak awal, bank akan melakukan perpanjangan secara otomatis.

3. Deposito On Call


Deposito On Call dikhususkan bagi pemilik dana besar yang hanya membutuhkan periode penyimpanan singkat. Jangka waktu penyimpanannya bisa terdiri dari 7, 14, hingga 30 hari saja. Hal ini untuk menjaga agar nilai uang nasabah yang disimpan tetap stabil.

Suku bunga deposito on call biasanya relatif lebih besar dari deposito konvensional karena sifat khususnya. Deposito ini biasanya melibatkan dana besar hingga ratusan juta. Anda bahkan dapat menggunakannya sebagai jaminan untuk pengambilan kredit atau melakukan transfer ke bank lain.

Sertifikat Deposito


Sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka, tetapi menghasilkan sertifikat atau surat berharga. Tidak seperti deposito biasa, sertifikat deposito tidak dimiliki secara paten. Anda bisa menjual atau mengalihkan kepemilikan sertifikat deposito ke pihak lain, misalnya sebagai warisan.

Sertifikat deposito populer di kalangan nasabah bermodal besar yang ingin memiliki modal investasi masa depan. Misalnya, jika ingin memulai usaha atau berbisnis di bidang properti, Anda bisa menggunakan sertifikat deposito sebagai modal.

Tidak seperti deposito biasa, Anda tidak bisa begitu saja melakukan transfer uang ke rekening untuk memperpanjang penyimpanan dana. Nasabah harus mencairkan dana sertifikat sebelum membeli yang baru dari bank terkait.

Keunggulan Deposito Dari Tabungan Biasa


Ada beberapa keunggulan deposito dari  tabungan biasa yang perlu nasabah ketahui, diantaranya sebagai berikut:

1. Suku Bunga


Deposito menawarkan suku bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Jika tabungan hanya menawarkan bunga tahunan 0,5% hingga 3%, bunga deposito bisa mencapai 5% hingga 7%, tergantung kebijakan lembaga keuangannya.

2. Fleksibilitas Penarikan Dana


Anda bisa menarik dana tabungan biasa kapan saja dan dengan berbagai cara, misalnya dengan formulir penarikan, ATM, hingga mobile banking. Sebaliknya, deposito memiliki periode penyimpanan spesifik. Jika menarik dana sebelum periode tersebut berakhir, Anda akan dikenai denda.

3. Aspek Investasi


Deposito lebih cocok sebagai pilihan investasi yang relatif mudah dilakukan, terutama dibandingkan tabungan biasa. Hal ini karena suku bunganya lebih tinggi dan dananya lebih sulit diambil, sehingga cocok untuk menyimpan dana yang sifatnya terpisah dari kebutuhan bulanan.

4. Jaminan Pinjaman


Deposito bisa menjadi jaminan jika Anda harus meminjam uang. Hal ini bisa dilakukan lewat pilihan sertifikat deposito yang merupakan surat berharga. Akan tetapi, hal ini tidak disarankan kecuali sangat mendesak lantaran bunga pinjaman bisa mengikis keuntungan deposito Anda.

Bank berbeda bisa jadi menawarkan kisaran suku bunga, periode, serta kebijakan berlainan. Anda sebaiknya bertanya langsung pada pihak bank sebelum memilih produk mereka.

Setiap jenis deposito ini memiliki karakteristik khusus serta keuntungan dan risiko sendiri. Hindari tergiur bunga tinggi dan pastikan memilih jenis yang paling tepat sesuai kebutuhan.

Post a comment for "4 Jenis Deposito Bank Yang Perlu Anda Ketahui"