Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Pemijahan Ikan Lele Yang Baik dan Benar

Cara Pemijahan Ikan Lele Yang Baik dan Benar

Cara pemijahan ikan lele yang baik dan benar | Pembibitan lele merupakan salah satu usaha tepat untuk digeluti saat ini. Bisnis pembibitan lele ini sangatlah bersahabat untuk Anda yang baru memulai usaha karena hasilnya sangat menjanjikan dan tingkat kesulitannya yang tidak terlalu tinggi.  

Bisnis pembibitan ikan lele sangat potensial. Ikan lele juga sudah dikenal akan kemampuan bertahan hidupnya lebih baik dalam berbagai kondisi perairan sehingga pemilik bisnis pada umumnya sukses. Pemasaran bibit lele pun cukup mudah dilakukan bahkan oleh seorang pemula mengingat permintaan yang tinggi. Oleh sebab itu, bisnis pembibitan lele sangatlah layak untuk digeluti.

Dalam dunia budidaya, pembibitan merupakan salah satu kunci utama dalam siklus budidaya itu sendiri. Setelah mendapatkan indukan lele berkualitas, tahap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengkawinkan atau memijahkan indukan lele agar dapat menghasilkan bibit yang berkualitas. 

Belum tahu cara memijahkannya? baca terus artikel ini sampai selesai agar anda memahami cara pemijahan ikan lele yang baik dan benar.


Hal Penting Yang Wajib Diketahui Sebelum Pemijahan Ikan Lele


Sebelum pemijahan ikan lele, pastikan dua hal penting berikut ini jangan diabaikan agar bibit ikan lele yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. 

1. Memastikan bahwa Indukan Ikan Lele berkualitas


Pastikan bahwa indukan lele yang Anda pilih berkualitas agar menghasilkan bibit yang baik dan berkualitas. Bagaimana caranya? baca artikel berikut : 8 cara memilih indukan lele berkualitas

2. Pastikan Indukan Ikan Lele dalam kondisi siap kawin


Lele jantan siap kawin ditunjukkan dengan warna merah di sekitar alat kelaminnya. Lele betina siap kawin ditandai dengan adanya benjolan di bawah pangkal leher, kelihatan seperti mengandung telur (biasa disebut agar endol)yang banyak di dalamnya.

6 Cara Pemijahan Ikan Lele Yang Baik dan Benar 


Setelah 2 hal di atas terpenuhi, barulah Anda bisa memulai proses mengkawinkan indukan lele. Pada dasarnya lele dapat kawin atau memijah secara alami sebagaimana dilakukan pada habitat alaminya di alam. 

Namun apabila ingin memaksimalkan jumlah telur yang didapatkan dari proses pemijahan ikan lele, perlu mendapatkan sedikit campur tangan manusia. 

Berikut ini merupakan langkah-langkah cara pemijahan ikan lele yang benar dan bisa dijadikan sebagai referensi terbaik.

1.  Persiapan Media Pemijahan Lele


Sebelum pemijahan dilakukan siapkan kolam sebagai tempat untuk pemijahan lele. Meskipun pemijahan ikan lele bisa menggunakan kolam terpal, namun kolam yang baik merupakan kolam fiberglass atau kolam dengan dasar semen agar telur dari pemijahan dapat dengan mudah diawasi. 

Kolam yang ideal berukuran panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter, dan kedalaman 1 meter. Sebelum digunakan, kolam harus dibersihkan dulu agar tidak menghambat proses pemijahan. Kolam kemudian diisi dengan air bersih sampai ketinggian 40 cm.

2.  Berikan kakaban di dalam kolam pemijahan


Kakaban merupakan susunan dari ijuk yang dirangkai pada bambu, digunakan sebagai tempat menempelnya telur ikan hasil pemijahan. Kakaban perlu diberi pemberat agar berada di posisi dasar kolam. Kakaban haruslah kokoh karena sangat penting sebagai tempat menempelnya telur. Kababan berperan agar telur yang dihasilkan tidak akan terganggu oleh aktifitas dari indukan yang cenderung sangat aktif saat kawin.

3. Sediakan oksigen dalam jumlah yang tinggi


Aktifitas pemijahan memerlukan oksigen yang tinggi karena memakan banyak energi. Oleh sebab itu suplai oksigen dapat ditingkatkan dengan penggunaan airator (alat penghasil gelembung udara) atau akan lebih baik lagi jika dapat mengalirkan air secara konsisten untuk memberi suplai oksigen secara alami. Apabila memungkinkan untuk mengalirkan air, debit air yang ideal adalah 2-3 liter per menit supaya tidak tercipta arus air yang terlalu tinggi yang dapat mengganggu aktifitas pemijahan.

4. Memasukkan induk ikan lele ke media pemijahan


Setelah semua hal tersebut disiapkan, indukan lele dapat dimasukkan secara bersamaan dalam kolam. Pada dasarnya lele merupakan hewan nocturnal (aktif pada malam hari) sehingga idealnya aktifitas pemijahan akan berlangsung malam hari pada pukul 23.00-05.00. Selama proses pemijahan tutup kolam dengan jaring agar indukan tidak keluar karena meloncat dari kolam karena pada saat pemijahan indukan dapat menjadi sangat aktif.

5. Setelah proses pemijahan atau kawin selesai


Pindahkan segera indukan ke kolam lain karena setelah selesai memijah indukan akan berada pada kondisi lapar karena banyak energi yang digunakan selama memijah. Alasan lain telur yang dihasilkan dapat dimakan oleh indukan itu sendiri karena lapar.

6. Proses Penetasan


Proses penetasan telur hasil pemijahan dapat dilakukan di kolam tempat indukan memijah. Suplai oksigen dalam proses penetasan telur harus tetap dijaga karena agar telur dapat menetas dengan baik.

Setelah penetasan selesai segera pisahkan telur yang gagal menetas untuk menghindari potensi penyakit terutama jamur dari telur yang gagal menetas. Larva ikan dapat bertahan hidup secara alami selama 3-4 tanpa pemberian pakan. Setelah 3 hari menetas dapat dilanjutkan ke proses pembesaran larva ikan.

***

Demikianlah cara pemijahan ikan lele. Jika Anda memiliki permasalahan dalam proses pemijahan atau Mengkawinkan ikan Lele atau memiliki tips lain yang ingin dibagikan mari kita diskusikan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Post a comment for "Cara Pemijahan Ikan Lele Yang Baik dan Benar"