Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Mudah Memasarkan Bibit Lele Untuk Pemula

Cara Menjual Bibit Ikan Lele Dengan mudah

Ingin memulai usaha pembibitan lele tapi masih bingung bagaimana cara menjual bibit lelenya? dalam postingan kali ini, Analisausaha.id akan berbagi tips untuk pemula agar tidak bingung memikirkan cara memasarkan bibit lele dengan mudah.

Bisnis pembibitan lele memang patut dilirik. Selain satu indukan bisa menetas puluhan ribu, resiko mati lele cendurung kecil dibanding dengan ikan jenis lainnya. Namun, seorang pemula dalam bisnis ini biasanya mendapatkan kendala dalam pemasarannya.  Ada kekhawatiran tidak bisa memasarkan bibit lele.  

Berbeda dengan pemain lama yang sudah mempunyai pasar. Bagi yang sudah lama bermain di pembibitan lele tentu sudah tidak sulit dalam pemasarannya karena sudah memiliki pelanggan setia.  Pelanggan sudah datang sendiri menengok kolam dan mengambilnya, baik dari petani langsung ataupun pengepul/pedagang ikan. 

Kekhawatiran seorang pemula yang tidak bisa memasarkan bibit lele perlu dicari solusinya.  Baik solusi memasarkan secara offline maupun online.  

Dengan terbukanya informasi mudah petani pembibitan ikan lele untuk menemukan ide bagaimana memasarkannya.  Petani harusnya semakin mudah dalam memasarkan jika didukung oleh teknologi karena banyak alat-alat yang memudahkan petani menemukan bibit ikan.

Agar lebih menguntungkan dibutuhkan penjualan langsung kepada konsumen (pelaku pembesaran ikan) karena petani dapat menjual dengan harga pasaran. Harga pasaran merupakan harga umum dimana konsumen (pembesar) membeli bibit di pedagang.  

Nah, khusus bagi pemula yang ingin memulai bisnis pembibitan ikan lele, berikut ini merupakan cara mudah memasarkan bibit lele yang perlu anda ketahui;


1. Memasarkan Bibit Lele Langsung Kepada Petani


Cara pertama untuk memasarkan bibit ikan lele yaitu menjualnya langsung ke petani. Cara ini paling menguntungkan karena harganya cenderung lebih mahal dibanding menjual ke pedagang.  

Memasarkan lele langsung kepada petani tersebut bertujuan untuk membangun jaringan. Jaringan dimulai dari sesama petani satu desa, komunitas petani ikan, komunitas satu kebupaten, dll.  Bangun jaringan, mulai berkenalan satu dengan lain.  Dapatkan informasi antar petani agar jaringan distribusi benih tetep terjaga.  Bersilaturahmi, datangi dan belajar bersama.

Untuk mendapat harga seperti dipasaran, kamu bisa menanyakan kepada petani “Biasanya membeli bibit di pedagang berapa?”.  Beri diskon sesama petani dengan pertimbangan yang penting tetap di atas harga pedagang namun tetap di bawah harga umum.  Jangan ragu untuk memberikan kiat-kiat pembesaran lele bagi konsumen.

2. Memasarkan Bibit Lele Melalui Market Place


Bagi anda yang merasa kesulitan memeasarkan bibit lele di lingkungan tempat tinggal sendiri, tak perlu khawatir.  Kamu bisa memasarkan atau menjual bibit lele melalui marketplace semacam olx, tokopedia, bukalapak, shopee, dll.  

Temukan tujuan pasarmu di sana.  Pastikan konsumenmu tidak pernah menipu dalam transaksi.  Apabila ragu gunakan rekening bersama (rekber) seperti yang ada di tokopedia dan bukalapak, atau gunakan penyedia rekening bersama yang ada percaya.

Untuk meningkatkan penjualan dan kepercayaan konsumen di Marketplace sebagai tempat anda berjualan bibit ikan lele, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini;

2.1.Pastikan packing yang bagus

Karena dimungkinkan pangsa pasarnya luar daerah diperlukan skill packing yang mumpuni karena ikan akan berada dalam plastik bisa lebih dari 3 jam.  Packing harus kuat tangguh dan tidak mudah pecah, karena kalau pecak sedikit saja air akan keluar.  Kualitas dari plastik juga diuji di sini, cari yang tidak mudah pecah, banyak tersedia di pasaran. Kamu bisa belajar dengan orang yang sudah terbiasa melakukan pemasaran keluar daerah.

2.2.Pastikan Oksigen Mencukupi

Diperlukan tambahan oksigen agar dapat mengirim ke tempat yang memerlukan waktu lama.  Berbeda dengan pengiriman kampung sebelah yang tidak memerlukan waktu lama.  Oksigen ini penting untuk pengiriman lebih dari 3 jam.

2.3.Pilih transportasi pengiriman yang paling cepat

Lele yang ada di dalam plastik walaupun ada oksigennya tidak bisa bertahan lama.  Diperlukan nahkoda transportasi yang  dapat mengirim dengan cepat.  Pesawat Terbang adalah media yang tepat jika dikirim ke tempat yang jauh.  

Berdasarkan pengalaman teman-teman yang biasa mengirim ke luar daerah, biasanya mereka meminta konsumen mengambil bibit ikan langsung di Bandara.  Mintalah kepada konsumen untuk menyiapkan penggantian oksigen setibanya di sana.

3. Memasarkan Bibit Lele Melalui Sosial Media


Di sosial media seperti facebook sudah banyak group dimana para petani berkumpul.  Silakan mencari di kolom search (pencarian) semisal menggunakan kata kunci “lele di Yogyakarta”, nanti Facebook akan memberikan beberapa group terkait kata kunci itu.  Silakan masuk dan posting di sana.

Perlu diwaspadai bahwa di sosial media penipuan bisa saja terjadi, jangan mudah percaya begitu saja. Untuk lebih aman gunakan pembayaran rekening bersama atau COD (bertemu langsung dengan pembeli). Untuk rekening bersama gunakan semisal bukalapak atau tokopedia.  

Ketika ada yang berminat dan anda kurang percaya, mintalah mereka untuk membayar lewat rekening bersama.  Bisa anda memasukkan produk di bukalapak atau tokopedia dan minta konsumen anda belanja di sana, biar sama-sama enak.  Namun, jika dimungkin silakan lakukan COD (bertemu dan membayar langsung).

4. Memasarkan Bibit Lele Dengan Menghubungi Langsung  Pedagang di Luar Daerah


Gunakan jaringan sesama petani untuk dapat akses ke sana.  Biasanya petani ikan lele yang sering mengirim ke luar kota akan terbuka untuk memberitahu asalkan dekat dengan dia.  

Buatlah jaringan sesama petani ikan lele, dimana kamu bisa sharing teknik hingga pemasaran lele.  Di sini juga diperlukan teknik packing yang bagus, pengiriman yang cepat, dll, seperti poin ke 2 (Menjual melalui marketplace).

5. Memasarkan Bibit Lele ke Pengepul


Ini merupakan opsi terakhir karena tentu harganya akan lebih rendah daripada kepada end user (pembesar).  Kamu bisa bertanya kepada sesama petani pembenihan lele atau ikan pada umumnya.  Tanya dan cari tahu dimana mereka biasa menjualnya.

Buat janji kepada pengepul atau pedagang kapan akan mengambil ikan.  Biasanya mereka akan request untuk tidak memberi makan sementara kepada ikannya.

Positifnya adalah kamu tidak perlu repot-repot dan capek packing, menangkap ikan, dll. Biasanya mereka yang ngambil sendiri dan mempacking sendiri, kamu tinggal mengawasi saja sambil minum, sesekali membantu bolehlah. 

***

Bagaimana pengalaman anda dalam memasarkan bibit ikan lele? Jika ada masukan, masalah, atau apapun berkaitan dengan penjualan bibit ikan lele, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih

Post a comment for "Cara Mudah Memasarkan Bibit Lele Untuk Pemula"