Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Menanam Tanaman Dengan Teknik Vertikultural

Menanam dengan teknik vertikultural

Menanam dengan teknik vertikultural merupakan jenis cara menanam yang sangat bermanfaat serta mampu menghemat tempat. Cara ini efektif digunakan untuk masyarakat yang tinggal di lokasi padat penduduk misalnya didaerah perkotaan. 

Dalam usaha bidang pertanian vertikultural adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan dengan cara menanam tanaman pada bidang vertikal atau bertingkat. Cara menanam vertikultural dilakukan dengan menyusun wadah tertentu.

Menanam tanaman dengan teknik vertikultural memiliki kelebihan tersendiri, yaitu mampu memaksimalkan lahan minimalis karena sangat efektif untuk tempat yang memiliki pekarangan sangat sempit atau terbatas, mudah dipindahkan karena tanaman hanya digantung ke udara, anti banjir dan cocok untuk budidaya tanaman semusim seperti dan berumur singkat sayur-sayuran atau tanaman merambat semacam kangkung, seledri, tomat, dan sawi.

Syarat Media Tanam Dengan Teknik Vertikultural


Syarat media tanaman yang baik untuk cara menanam vertikultural ini harus mampu berfungsi dengan sangat baik. Media yang akan digantung harus mampu menopang tanaman dan akar tanaman bisa leluasa tumbuh diantara lubang-lubang media yang nantinya digunakan. 

Akar tanaman harus bisa mendapatkan cukup air, ditaruh di lokasi yang cukup sinar dan menyediakan pupuk atau unsur hara yang baik dan tercukupi.


Cara Menanam Tanaman Dengan Teknik Vertikultural


Model menanam dengan cara vertikultural sangat berfariasi diantaranya model gantung, tegak, temple dan rak. Untuk bahan dan media juga sangat mudah didapat seperti pipa atau botol plastik bekas. Sedangkan untuk pipa paralon umumnya digunakan model tegak (paralon PVC). Cara menanam vertikultural dengan paralon PVC yaitu:
  • Siapkan bahan berupa pipa paralon, semen, kaleng atau pot, bibit tanaman, kompos, dan sekam.
  • Tahapan permulaan untuk melakukan cara menanam vertikultural yaitu lubangi pipa paralon di beberapa tempat untuk tempat penyemaian bibit tanaman.
  • Agar pipa dapat berdiri secara tegak, semen bagian bawah pipa dengan wadah kaleng/pot.
  • Masukkan bibit tanaman cabai kedalam masing-masing lubang pipa, masukkan juga kompos, tanah dan sekam kedalam pipa dengan perbandingan 2:2:2 yang sebelumnya telah diaduk hingga tercampur.
  • Terahir, gantung media tanam atau taruh di tempat terbuka yang terlindung dari hujan atau sinar matahari langsung. Bisa juga menggantungkan pipa ke rak, pagar atau dinding.
  • Jangan lupa untuk selalu merawat bibit tanaman yang telah ditanam pada media pot secara rutin. Sirami tanaman dengan mengalirkan air di bagian atas pipa, serta atur pencahayaannya.
  • Pemeliharaan tanaman cabai dengan cara menanam vertikultural yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pengendalian hama. Penyiraman tanaman harus disesuaikan dengan keadaan cuaca. Pemupukan juga dilakukan minimal satu minggu sekali. Sedangkan pemeliharaan tanaman (misal sayuran) terhadap hama dan penyakit harus selalu dikontrol agar menghasilkan tanaman yang baik dikonsumsi.

Demikian penjelasan mengenai cara menanam vertikultural dengan media pipa paralon. Cara ini bisa dilakukan di lahan minim dan sempit, dan cara ini tidak membutuhkan biaya sangat besar karena memanfaatkan bahan-bahan bekas yang mudah didapat. Selamat mencoba