Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Menentukan Harga Jual Produk Makanan Ringan [Stick Talas]

Jika Anda seorang pemilik usaha yang bergerak dalam bisnis makanan dalam kemasan, Anda tidak boleh langsung menentukan harga jual, terlebih jika produk utama bisnis Anda adalah makanan ringan berupa stick talas yang kebetulan banyak dibutuhkan oleh konsumen. Karena pada dasarnya, berjualan produk makanan ringan memiliki tingkat persaingan yang tinggi. 

Berjualan stick talas dengan harga yang murah dengan harapan agar cepat laku belum tentu akan menguntungkan bisnis Anda, yang ada malah bisa merugikan bisnis Anda.

Demikian juga sebaliknya, jika menjualnya dengan harga yang mahal dengan harapan agar bisa mendapatkan banyak keuntungan, justru malah tidak laku. Hal ini sangat berpotensi merugikan sebuah bisnis.

Oleh sebab itu, sangat penting memahami bagaimana cara menentukan harga jual produk makanan ringan [stick talas] yang benar dan tepat agar jualan laris manis dan juga memperoleh keuntungan sesuai dengan harapan.


Cara Menentukan Harga Jual

Cara Menentukan Harga Jual Produk Makanan Ringan Yang Benar
image by kabarjatim

Dalam dunia bisnis, ada 5 metode yang umumnya digunakan untuk menentukan harga jual produk yaitu  Margin Price, Markup Price, Bundling,Manufactured Retail Price (MSRP), dan Value Based Pricing.

Metode diatas mungkin masih terdengar asing ditelinga Anda. Oleh karena itu, dalam postingan kali ini saya akan mengulas ke lima metode tersebut lengkap dengan rumus dan contohnya agar Anda sebagai pemilik bisnis dapat memahami cara menentukan harga jual produk yang benar dan menguntungkan.

1. Margin Price 


Margin pricing merupakan metode yang digunakan untuk menentukan harga jual sebuah produk. Dengan metode ini, pemilik bisnis dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang akan diperoleh.

Contoh 

Kita ambil contoh pemilik usaha yang menjual stick talas, dimana modal stick talas sebesar Rp.5.000/pcs kemudian dijualnya seharga Rp.10.000/pcs maka pemilik usaha sudah mendapatkan keuntungan sebesar 50% untuk 1 pcs stick talas. 

Rumus 

Rumus Margin Pricing = (Harga jual – Harga modal)/Harga jual
Hitung : (Rp.10.000 - Rp.5.000)/10 = Rp.5.000 atau 50%

Berdasarkan rumus Margin Pricing diatas, jelas bila keuntungan yang dihasilkan dari setiap pcs penjualan stick talas sebesar 50%.

Tips: Jika harga tersebut terlalu mahal atau murah berdasarkan hasil riset pangsa pasar, pemilik usaha dapat menaikkan atau menurunkan harga agar dapat menarik minat beli konsumen.

2. Markup Price


Markup price merupakan metode yang digunakan dalam dunia bisnis untuk meningkatkan harga atau jumlah rupiah yang telah ditambahkan pada biaya dari sebuah produk untuk memproduksi harga jual.

Metode Markup Price paling banyak digunakan oleh pebisnis karena dianggap paling mudah dari metode penentuan harga jual yang ada. Caranya, tinggal menambahkan keuntungan dari modal sebuah produk (dalam hal ini stick talas) yang dibeli untuk dijual kembali.

Rumus

= Harga beli ( Rp. 5.000 ) + Harga jual (Rp. 10.000 )  = Total harga ( Rp. 15.000 )

Contoh

Contohnya begini. Seorang pedagang keliling berjualan stick talas, dimana harga stick talas dibeli dari produsen (pemilik usaha stick talas) seharga Rp.5.000/pcs kemudian pedagang keliling ini menjualnya kembali seharga Rp.10.000/pcs, total harga dari setiap pcs stick talas sebesar Rp.5.000,- 

3. Bundling


Metode Bundling merupakan teknik yang banyak digunakan oleh Distributor yang menjual barang dengan sistem bundling yang juga dikenal dengan sistem grosir.

Dengan metode ini, harga jual barang termasuk murah dan keuntungan yang diperoleh memang sedikit karena sistemnya Quantity (Jumlah produk/barang). Akan tetapi, barang cepat keluar dan perputaran uang lebih cepat. Inilah salah satu keunggulan dari metode Bundling.

Contoh

Kita ambil contoh dari Distributor makanan ringan Stick Talas yang harga jual sebenarnya Rp.5000/pcs, Nah karena dengan metode Bundling maka harga 3 pcs stick talas bisa diapatkan oleh konsumen dengan harga murah yaitu Rp.10.000,- per 3 pcs.

4. Manufactured Retail Price


Manufactured Retail Price atau lebih dikenal dengan istilah MSRP merupakan metode dalam menentukan harga produk berdasarkan rekomendsi dari produsen/distributor. 

Metode ini cocok untuk pemilik usaha dengan sitem eceran. Salah satu tujuan metode MSRP yaitu untuk mentabilkan harga pasar demi kerukunan antar penjual.

Keuntungan yang dihasilkan dengan metode MSRP ini memang lebih sedikit dari metode lainnya karena penentuan harga jual produk tidak bebas dengan alasan apapun.

5. Value Based Pricing


Value Based Pricing adalah metode terakhir yang bisa digunakan untuk menetukan harga jual produk termasuk produk makanan ringan seperti Stic talas. 

Harga jual sebuah makanan stick talas dengan metode ini umumnya dilakukan dengan cara meriset tanggapan dari beberapa responden dengan menanyakan kira-kira berapa harga jual yang pantas untuk konsumen.

Dari hasil riset tersebut, Anda sebagai pemilik bisnis makanan ringan stick talas dapat menentukan harga berdasarkan rekomendasi responden selama itu tidak merugikan.

Demikianlah ulasan mengenai cara menentukan harga jual produk. Metode ini tidak hanya terbatas pada makanan ringan saja, namun juga berlaku dan bisa diterapkan untuk produk lainnya. Semoga informasi diatas bisa dijadikan sebagai referensi dalam menentukan harga jual produk. 

Terima kasih

Post a comment for "Cara Menentukan Harga Jual Produk Makanan Ringan [Stick Talas] "