-->

Analisa Usaha Jilbab Berskala Menengah Ke Atas

- September 05, 2020
Analisa usaha jilbab berskala menengah ke atas - Hijab atau jilbab merupakan salah satu jenis pakaian wanita muslim yang lagi trend saat ini. Anda bisa melihat sendiri, begitu banyak model jilbab saat ini membuat wanita sebagai konsumen memiliki banyak pilihan untuk mempercantik penampilan. Dengan demikian, pemilik usaha jilbab tentu mendapatkan lebih banyak keuntungan dari hasil penjualan jilbabnya.

Usaha berjualan jilbab atau hijab memang memiliki peluang yang sangat cemerlang pasalnya, semakin banyak wanita muslim yang gemar menggunakan jilbab, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Jadi tak heran bila banyak pebisnis khususnya wanita yang saat ini sedang melirik usaha berjualan jilbab.

Bila Anda salah satu pebisnis yang juga punya keinginan untuk mencoba usaha berjualan jilbab berskala menengah ke atas, tentu Anda ingin tahu berapa banyak modal yang harus dipersiapkan? berapa keuntungan yang akan dihasilkan? dan bagaimana cara memulai usaha berjualan jilbab atau hijab?.

Analisa Usaha Jilbab
Usaha Jilbab

Oleh sebab itu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada diatas, kali ini saya akan mengulas secara lengkap soal analisa usaha jilbab beserta rincian modal dan keuntungan yang akan diperoleh dari bisnis jilbab ini.

Analisa Usaha Jilbab / Hijab

Sebelum memulai usaha jilbab dalam skala menengah ke atas, alangkah bijaksananya bila melakukan analisa terlebih dahulu agar dapat mengetahui estimasi modal, omset penjualan, dan keuntungan dari usaha jilbab yang ada dibawah ini.

Modal Awal 

Untuk usaha jilbab, modal yang dibutuhkan sebesar Rp.22.400,000,- untuk kebutuhan sewa toko dan pembelian etalase, lampu, rak pakaian, lemari pakaian, meja, kursi, dan peralatan pendukung lainnya.

Biaya Produksi

Usaha jilbab membutuhkan biaya produksi sebesar Rp.78.825.000,- untuk keperluan pembelian jilbab berskala besar. Biaya produksi untuk usaha jilbab memang cukup besar namun akan berbanding lurus dengan omset dan keuntugan yang akan didapatkan.

Estimasi Penghasilan

Diasumsikan, penjualan jilbab mencapai 5 item perhari / 150 item selama 30 hari, dan harga jual rata-rata Rp.45.000,- per item.

Nah, untuk menghitung omset penghasilan usaha jilbab per bulan, maka bisa menggunakan rumus berikut : Jumlah item x harga x jumlah hari = omset

Hitung : 150 x 45000 x 30 = 202.500.000,-

Jadi, omset penjualan jilbab perbulan atau selama 30 hari mencapai Rp.202.500.000,-

Keuntungan Bersih

Untuk menghitung keuntungan bersih dari usaha jilbab, bisa menggunakan rumus berikut : Omset penghasilan - Biaya produksi = Keuntungan bersih

Hitung : Rp.202.500.000 - Rp.78.825.000 = Rp.123.675.000,-

Dari hasil perhitungan diatas maka, usaha jilbab mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp.123.675.000,- perbulan atau 30 hari.

Lama Balik Modal

Jika penjualan jilbab lancar sesuai dengan analisa yang saya lakukan diatas, maka usaha jilbab akan balik modal diawal bulan dan bahkan masih menghasilkan selisih lebih yang cukup besar.

Cara Memulai Usaha Berjualan Jilbab

Setelah mengetahui modal, omset, dan keuntungan dari analisa usaha jilbab yang ada diatas, maka selanjutnya, mengetahui bagaimana cara memulai usaha berjualan jilbab.

Simak langkah-langkahnya berikut ini:

1. Persiapkan Modal

Setelah memahami analisa yang ada diatas, tentu kita sudah tahu berapa besar biaya atau modal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha jibab. Setidaknya modal yang dibutuhkan sebesar Rp.22.400,000,-

2. Menyiapkan Lapak / Toko

Sebenarnya, Anda bisa memanfaat garasi rumah yang kosong untuk memulai usaha berjualan jilbab, namun cara ini dianggap kurang efektif. Jadi, Sebaiknya Anda membuka lapak pakaian ditempat yang ramai pengunjung.

Sebagai alternatif terbaik, Anda juga bisa menyewa toko khusus untuk berjualan pakaian dan hijab.

3. Menentukan Lokasi Usaha

Jika Anda sanggup menyewa toko, Sebaiknya Anda mencari toko yang lokasinya berada ditempat keramian. Biasanya, letak strategis toko berada dipinggir jalan raya agar dapat mencuri perhatian calon pelanggan / konsumen.

4. Mencari Supplier Jilbab

Jika Anda memiliki keahlian design pakaian, cobalah untuk membuat model jilbab yang lagi trend saat ini. Dengan begitu, Anda akan lebih menghemat biaya.

Jika Anda tidak punya keahlian sama sekali, usahakan mencari supplier khusus jilbab sebagai rekan bisnis Anda.

Membeli jilbab langsung ke supplier lebih murah ketimbang Anda membeli di reseller atau dropshipper jilbab.

5. Menentukan Harga

Bila lapak / toko dan stock jilbab sudah tersedia, saatnya untuk menjajakan jilbab ke calon pembeli. Pastikan tidak mematok harga yang terlalu mahal agar jualan jilbab diserbu oleh konsumen.

6. Berikan Pelayanan Terbaik 

Persoalan harga memang menjadi suatu hal yang vital dalam suatu bisnis. Namun yang tidak kalah pentingnya, pemilik usaha jilbab harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan agar mereka merasa nyaman berbelanja.

7. Kembangkan Usaha

Jika merasa usaha berjualan jilbab meberikan keuntungan yang menggiurkan, cobalah untuk mengembangkan usaha ini dengan cara menambah stock varian model jilbab agar pelanggan memiliki banyak pilihan.

Selain itu, jika sudah memiliki banyak modal dari hasil keuntungan penjualan jilbab, cobalah untuk menjual pakaian muslimah lainnya, seperti baju muslim dewasa, baju muslim anak dan sejenisnya.

Bagaimana, apakah Anda Sudah Siap Untuk Membuka Usaha Jilbab?

Setelah menyimak analisa usaha jilbab yang ada diatas, tentu Anda sudah berapa banyak modal yang harus dipersiapkan dan berapa banyak omset dan keuntungan yang akan didapat dari hasil usaha berjualan jilbab. Selamat mencoba ya dan semoga sukses...
 

Start typing and press Enter to search