Cireng merupakan salah satu makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda dan dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Makanan ringan ini sangat populer di beberapa daerah termasuk jawa barat dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa.

Cireng sudah mengalami inovasi dan dikembangkan dalam varian rasa yang ada mencakup daging ayam, sapi, sosis, baso, hingga keju dan ayam teriyaki.

Cireng sangat disukai oleh masyarakat, bukan hanya dari kalangan orang dewasa namun juga dari kalangan remaja dan anak-anak sehingga, bisnis cireng memiliki peluang yang besar untuk bisa sukses.

Bila Anda berkinginan untuk memulai bisnis ini, simak dulu analisa usaha bisnis cireng berikut ini.

Analisa Usaha Bisnis Cireng


Seperti yang telah saya katakan sebelumnya bila berjualan cireng merupakan salah satu usaha makanan ringan yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Simak Analisa usaha bisnis cireng berikut ini.

Modal Awal

Memulai bisnis cireng  membutuhkan modal awal sebesar Rp.3.065,000,- untuk keperluan pembelian peralatan seperti etalase, pisau, baskom, wadah, wajan, spatula, kompor, gas, piring, loyang, meja, kursi, serbek, dll. Sedangkan, biaya tambahan bualanan untuk bisnis cireng ini cukup menyediakan biaya sebesar Rp.70,000,-

Biaya Variabel

Dalam usaha bisnis cireng, biaya variabel yang dibutuhkan sebesar Rp.2,799,000,- untuk keperluang pembelian bahan seperti tepung tapioka, bawang putih, merica, garam, penyedap rasa, daun bawang, biaya listrik, sewa tempat, biaya promosi, dll.

Biaya Produksi Bulanan 

Untuk mengetahui estimasi biaya produksi bulanan dalam usaha bisnis cireng yaitu dengan menjumlahkan biaya variabel dengan biaya tambahan bulanan. 

Hitung = Rp.2,799,000 + Rp.70.000 = Rp.2.869.000,-

Jadi, estimasi biaya produksi bisnis cireng sebesar Rp.2.869.000,- perbulan.

Omset Perbulan

Setelah mengetahui estimasi modal awal, biaya variabel, dan biaya produksinya, berikut cara menghitung omset penjualan perbulan dari bisnis cireng dengan asumsi rata-rata penjualan perhari sebanyak 20 porsi dan harganya Rp.7,000,-

Hitung : 20 x 30 x 7000 = 4.200.000

Dari perhitungan diatas maka, bisnis cireng mampu menghasilkan omset penjualan sebesar 4,2 juta rupiah.

Keuntungan 

Untuk menghitung keuntungan bisnis cireng, bisa menggunakan rumus berikut : Omset penjualan - Biaya produksi = Keuntungan 

Hitung : Rp.4,200,000 - Rp.2,869,000 = Rp.1,331,000,- 

Jadi, keuntungan yang diperoleh dari bisnis cireng sebesar Rp.1,331,000,- perbulan.

Balik Modal 

Karena modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha bisnis cireng sebesar Rp.3.065,000,- sedangkan keuntungan yang dihasilkan sebesar Rp.1,331,000,- maka dibutuhkan waktu 3 bulan untuk balik modal dalam bisnis cireng ini.

Bagaimana sobat, apakah Anda berminat untuk memulai usaha bisnis cireng? 

Sebagai informasi tambahan, Anda juga bisa memulai bisnis kebab turki yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar 4,2 juta perbulan berdasarkan analisa usahanya.

Setelah menyimak analisa usaha diatas, bisnis cireng memang merupakan salah satu usaha makanan ringan yang cukup menjanjikan dan menguntungkan ya. Selamat mencoba...