analisa usaha ternak burung puyuh petelur - Apapun bentuk usaha tersebut, pasti membutuhkan modal dan perlenkapan lainnya. tak terkecuali dengan usaha ternak burung puyuh. Oleh sebab itu, sangat penting dilakukan analisa terlebih dahulu agar mendapatkan gambaran besaran modal yang akan dibutuhkan, alat yang digunakan, estimasi penghasilan dan keuntungan hingga cara memasarkan telur burung puyuh.

Tahukah Anda sobat bahwa permintaan telur burung puyuh terus meningkat dari hari ke hari hingga tahun ke tahun, itu disebabkan karena telur burung puyuh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia, diantaranya mampu mencegah penyakit kronis, meningkatkan stamina pria, mendongkrak energi, menjaga kesehatan mata, meningkatkan metabolisme tubuh, menyeimbangkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, menstimulasi otak, mencegah anemia, dan masih banyak lagi.

Namun sayangnya, saya tidak akan mengulas lebih detail akan manfaat dari telur buyung puyuh sebab dalam artikel ini saya khusus membahas soal analisa usaha ternak burung puyuh petelur yang sangat menjanjikan ini.

Namun sebelum itu, mari kita simak hal-hal penting berikut ini:

Mengenal Burung Puyuh

Burung puyuh memiliki ciri-ciri tubuh yang pendek dan gemuk. Burung puyuh bisa terbang dan berlari kencang. Burung puyuh biasa dijumpai diantara rerumputan dan semak-semak. Burung puyuh tidak hanya dijadikan sebagai hewan ternak namun banyak juga yang dijadikan sebagai burung hias karena bulunya yang indah.

Jenis Jenis Burung Puyuh

Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa tidak semua jenis burung dapat diternakan namun ada juga jenis burung puyuh yang dijadikan sebagai hewan peliharaan karena memiliki warna dan corak bulu yang indah.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis burung puyuh. Sebagai berikut:

1. Puyuh gonggong jawa

Arborophila javanica atau dikenal olah masyarakat kita dengan nama puyuh gonggong jawa merupakan jenis burung puyuh yang memiliki warna bulu kemera-merahan dan memiliki ukuran badan yang sedang dan panjangnya sekitar 25cm.

Jenis burung puyuh gonggong jawa termasuk hewan yang dapat dibudidayakan atau diternakkan karena mampu perpoduksi telur yang banyak. Anda bisa menjumpai jenis burung puyuh ini di hutan yang berada diketinggian 1000-3000 Mdpl.

2. Puyuh pepekoh

Coturnix chinensis atau yang biasa dikenal sebagai Puyuh pepekoh adalah jenis burun puyuh yang juga biasa diternak atau dibudidayakan. Memiliki ciri ciri tubuh yang mungil yang memiliki panjang kira-kira 15cm. Puyuh pepekoh bisa dijumpai ruang terbuka seperti di sawah, disemak-semak dan padang rumput yang biasanya hidup secara berkoloni.

3. Scaled quail

Callipepla squamata atau dikenal dengan nama Scaled quail merupakan jenis burung puyuh yang hidup di Amerika utara. Scaled quail ini merupakan jenis burung puyuh yang memiliki ukuran yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Tubuhnya bisa memiliki panjang sekitar 25—30 cm

4. Puyuh mahkota

Rollulus roulroul atau dikenal sebagai burung puyuh mahkota. Puyuh mahkota adalah jenis burung puyuh yang biasa dijadikan sebagai hewan hias peliharaan karena memiliki warna bulu yang paling indah ditambah dengan ornamen seperti mahkota yang berada di atas kepala sang jantan.

5. Coturnix coturnix japonica

Coturnix coturnix japonica merupakan jenis burung puyuh yang biasa dijadikan sebagai hewan ternak. Puyuh jenis ini mampu menghasilkan telur sebanyak 250—300 butir per ekor untuk setiap tahunnya.

Peluang Usaha Ternak Burung Puyuh

Permintaan akan telur burung puyuh terus meningkat dari tahun ke tahun, yang berarti peluang usaha ternak burung puyuh terbilang sangat besar. Itulah sebabnya, banyak orang yang mulai melirik usaha ini karena mereka sudah tahu usaha ternak burung puyuh menanjikan keuntungan yang lumayan besar.

Baca juga: peluang usaha ternak budidaya semut jepang. Omset penghasilan mencapai 10 juta per bulan.

Pelaku Usaha Ternak Burung Puyuh

Namanya Sukardi. Pria yang berumur 35 tahun yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur ini sebagai salah satu pemilik usaha ternak burung puyuh petelur dari jenis Coturnix coturnix japonica telah sukses meraup omset hingga puluhan juta per bulan.

Sukardi mengakui bahwa sejak tahun 2015, ia telah menekuni usaha ternak burung puyuh petelur. Ia memberanikan diri untuk mencari burung puyuh ditengah hutan belantara dan kemudian dibudidayakan. Dari hasil budidaya tersebut, beliau sudah memiliki burung puyuh petelur kira-kira berjumlah 1000 ekor.

Berdasarkan penuturan Sukardi, burung puyuh yang dimilikinya mampu memproduksi hingga 3000 butir telur per bulan dan dijual dengan harga Rp 400 rupiah per butir.

Sukardi mengakui bahwa omzet perbulan yang dihasilkan dari usaha ternak burung petelur milikinya mencapai angka Rp 15-20 juta per bulan. Bagaimana sobat, luar biasa bukan?

Analisa Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur

Setelah membaca kisah sukses dari sukardi sebagai pelaku usaha ternak burung puyuh petelur yang sukses, saya yakin Anda juga tertarik untuk mencobanya bukan?

Namun jangan terburu-buru dulu sobat, sebaiknya Anda menyimak terlebih dahulu analisa usaha ternak burung puyuh petelur berikut ini untuk mengetahui berapa modal yang dibutuhkan, omzet dan keuntungan yang akan didapat setiap bulannya.

Baca juga: analisa usaha ternak bebek 50-100 ekor. Keuntungan sangat menggiurkan.

Modal Awal

Modal awal yang perlu disiapkan untuk memulai usaha ternak burung petelur sebesar Rp 16 juta rupiah untuk keperluan biaya perlengkapan dan kandang bertingkat yang berukuran 3x4 meter. Ukuran kandang ini mampu menampung 1000 - 1500 ekor burung puyuh.
  • Kandang Rp.4.500.000
  • Burung puyuh sebanyak 1500 ekor Rp.7.000.000
  • Pakan Rp.4.000.000
  • Biaya lain-lain  Rp 500.000
  • Total Rp.16.000.000,-

Estimasi Omset Penghasilan 

Untuk menghitung omset penhasilan dari ternak burung puyuh petelur, bisa dihitung dengan cara sebagaiberikut:
  • Puyuh bertelur 83% /hari
  • 1000 X 83% = 830 butir
  • 830 btr X 400 = Rp.332.000

Jika penghasilan perhari sebesar Rp.332.000 dikalikan selama 30 hari dalam sebulan, maka omset yang dihasilkan sebsesar Rp.9.960.000,-

Pengeluaran

Untuk modal pengeluaran yang dibutuhkan perhari sebesar 138.600. Berikut rinciannya:
  • Pakan puyuh 22 kg /hari
  • 22 kg X 6300 = 138.600 x 30 hari = Rp.4.158.000,-

Estimasi Keuntungan Bersih

Untuk menghitung estimasi keuntungan bersih per bulan, bisa menggunakan rumus berikut (Omset perbulan  - Pengeluaran perbulan = Keuntungan bersih).

  • Rp.9.960.000 - Rp.4.158.000 = Rp.5.802.000,-

Dari hasil analisa diatas maka keuntungan bersih yang didapatkan dari usaha ternak burung puyuh petelur 1000 - 1500 ekor sebesar Rp.5.802.000,-

Agar bisa balik modal, usaha ini harus berjalan selama kurang lebih 1,5 tahun saja. Bukan waktu yang lama bukan.

Pemasaran Telur Burung Puyuh

Untuk memasarkan telur burung puyuh sangat disarankan untuk mencari tempat sasaran yang potensial sebagai calon pembeli rutin. Misalnya, toko grosir sembako, warung-warung skala kecil, kios-kios di pasar, pedagang keliling, rumah makan, kantin-kantin di sekolah, atau koperasi di perkantoran.

Tips Sukses Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur Untuk Pemula

Sebagai seorang pemula yang ingin memulai usaha ternak burung puyuh petelur tentunya memerlukan pengetahuan yang cukup untuk meraih kesuksesan. Berbagai tips sukses yang wajib diketahui oleh seorang pemula yang ingin memulai usaha ternak burung puyuh petelur bisa Anda dapatkan pada artikel sebelumnya [disini].

Kesimpulan

Dari hasil analisa diatas, kita sudah dapat meyimpukan bahwa usaha ternak burung puyuh petelur ini memang sangat menjanjikan. Pasalnya, dengan modal 60 juta rupiah saja, pemilik usaha bisa menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp.5802.000,-

Besarnya keuntungan yang dihasilkan perbulannya akan membuat modal cepat kembali yakni hanya memerlukan waktu selama 1,5 tahun. Waktu yang terasa cukup singkat bagi pemilik usaha yang sudah sukses mendapatkan penghasilan jutaan rupiah perbulannya. Terima kasih dan selamat mencoba ya sobat.