Cabai atau cabe rawit merupakan tanaman yang sering digunakan saat membuat bumbu masakan agar makanan terasa lebih enak dan sedap. Cabe rawit dipasar cenderung dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga banyak orang berminat untuk membuka bisnis cabe rawit di polybag. Keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini memang cukup menggiurkan.

Jika Anda memiliki hobi bercocok tanam, sebaiknya Anda mencoba untuk membuka bisnis cabe rawit. Namun, Anda tidak perlu tergesah-gesah sebab untuk menekuni bisnis ini, Anda perlu pengetahuan lebih terkait dengan budidaya cabe rawit yang baik dan benar. Tujuannya adalah agar bisnis ini nantinya bisa berjalan sesuai dengan ekspektasi.

Selain harus memiliki pengetahuan tentang budidaya cabe rawit, Anda tentu ingin tahu berapa modal yang dibutuhkan, berapa omset penghasilan dan estimasi keuntungan yang akan diperoleh. Oleh karena itu, analisa bisnis cabe rawit  sangat penting dilakukan.

Sekilas  Tentang Cabe Rawit 

Cabai atau cabe rawit adalah salah satu dari jenis buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Cabe rawit berwarna hijau dan akan berubah merah saat matang. Meski berukuran kecil, cabe rawit dianggap cukup pedas karena memiliki tingkat kepedasan hingga 50.000 - 100.000 pada skala Scoville.

Peluang Bisnis Cabe Rawit 

Peluang bisnis cabe rawit sangat menjanjikan. Kenapa demikian? ini disebabkan karena cabe telah menjadi kebutuhan sejuta umat, tanpa adanya cabe tentu makanan tidaklah enak dan  menggugah selera. Harga cabe ini biasanya mengalami peningkatan karena pasokan cabe dipasaran yang menurun.

Dengan permintaan dari masyarakat yang tinggi membuat harga cabe semakin mahal dan tentu sangat menguntungkan bagi para petani cabe rawit.

Kelebihan Budidaya Cabe Rawit Di Polybag 

Pada umumnya, budidaya cabe rawit memang memerlukan lahan yang luas namun tidak ada salahnya jika mencoba untuk menggunakan Polybag. Ada beberapa kelebihan yang dirasakan jika menggunakan polybag. yaitu:
  • Biaya lebih murah untuk pembelian polybag
  • Mudah dalam perawatan.
  • Tanaman cabe rawit dapat terhindar dari banjir atau tertular hama/penyakit.
  • Polybag mampu ditambahkan bahan organik/pupuk kandang sesuai takaran.
  • Menghemat ruang dan tempat penanaman.
  • Komposisi media tanam mudah diatur.
  • Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap akar tanaman.
  • Dapat dibudidayakan kapan saja tanpa mengenal musim.
  • Produktifitas bisa lebih banyak daripada penanaman di lahan
  • Dapat digunakan sebagai tanaman obat dan tanaman hias di pekarangan/teras rumah.

Cara Budidaya Cabe Rawit Di Polybag

Tanpa perlu lahan yang luas pun budidaya cabe rawit tetap bisa dilakukan dengan menggunakan polybag. Polybag merupakan plastik yang biasanya memiliki banyak varian warna, seperti hitam, putih, biru, merah, dll. Polybag juga biasanya memiliki lubang kecil dibeberapa bagian yang berfungsi untuk sirkulasi air.

polybag biasanya digunakan untuk bertanam sebagai pengganti pot, atau lebih sering digunakan untuk tempat pembenihan tanaman termasuk cabe rawit.

Ada beberapa langkah yang perlu diketahui jika ingin membudidayakan cabe rawit di polybag dengan benar. Mulai dari persiapan tempat, pemilhan bibit cabe, proses penanaman hingga perawatan.

Analisa Bisnis Cabe Rawit Di Polybag 

Jika Anda memang benar-benar ingin menjalankan bisnis ini, sangat penting untuk menyimak analisa bisnis cabe rawit di polybag yang ada dibawah ini dengan tujuan agar Anda mengetahui berapa modal awal yang dibutuhkan serta berapa penghasilan dan estimasi keuntungan yang akan Anda dapat.

Modal Awal 

Untuk mengetahui modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis cabe rawit sebesar Rp 14.445.000,-  dengan asumsi lahan yang digunakan seluas 20x30 M dan tanaman cabai rawit sebanyak 1000 populasi pohon serta pembelian alat pendukung lainnya. Simak rincian modalnya dibawah ini:
  • Bibit Cabe Rawit 1000 Tanaman = Rp. 300.000,-
  • Pupuk kandang 2.000 Kg @ Rp. 2.000,- = Rp. 4.000.000,-
  • Tanah 3 Truck @ Rp. 800.000,- = Rp. 2.400.000,-
  • Sekam 2 Truck @ Rp. 500.000,- = Rp. 1.000.000,-
  • Kapur 10 sak @ Rp. 40.000,- = Rp. 400.000,-
  • Pupuk organik Cair / Nutrisi 10 Botol @ 50.000,- = Rp. 500.000,-
  • Pembuatan MOL = Rp. 100.000,-
  • Polybag 1000 @ Rp. 22.000,- = Rp. 2.200.000,-
  • Pengendali Hama 1 @ Rp.45.000,- = Rp. 45.000,-
  • Paranet 1 Rol @ Rp. 1.500.000,- = Rp. 1.500.000,-
  • Ajir Bambu 1000 @Rp. 1000,- = Rp. 1.000.000,-
  • Instalasi Air = Rp. 1.000.000,-
  • Jumlah = Rp. 14.445.000,-

Biaya Tambahan

Adapun biaya tambahan yang perlu dipersiapkan sebesar Rp 8 juta rupiah. Biaya ini hanya berlaku jika ingin menggunakan tenaga kerja orang lain. 
  • Memasukan Media Kedalam 1000 Polybag @ Rp. 1500 = Rp. 1.500.000,-
  • Pengolahan Lahan 20 X 30 M = Rp. 500.000,-
  • Tenaga Kerja 1 Orang @ Rp. 500.000,- x 12 = Rp. 6.000.000,-
  • Jumlah = Rp. 8.000.000,-

Estimasi Penghasilan

Jika masa panen tiba, bisnis cabe rawit bisa memperoleh penghasilan hingga 22 juta rupiah dengan estimasi sebagai berikut:
  • Estimasi produksi cabe 5 kg/polybag selama masa tanam x 1000 Polybag = 5000 Kg
  • Total Biaya I (Rp. 14.445.000,-) + II (Rp. 8.000.000,-) = Rp. 22.445.000,-

Estimasi Keuntungan 

Jika estimasi produksi 5000 Kg dengan harga terendah Rp.10.000,- , maka total pendapatan kotor Rp.50.000.000,-

Sedangkan Keuntungan bersih yang diperoleh sebesar Rp.50.000.000,- – Rp.22.445.000,- = Rp.27.555.000,-

Catatan: analisa diatas hanya untuk 1 periode panen saja. Jadi Anda bisa menghitung sendiri keuntungan dari bisnis cabe rawit ini dalam beberapa periode ke depan.

Baca juga : Perkiraan modal dan keuntungan budidaya jamur tiram sebagai informasi tambahan buat kalian yang mencari peluang bisnis dibidang pertanian.

Sistem Pemasaran Cabe Rawit

Telah saya singgung diawal bahwa cabe rawit dicari banyak orang untuk kebutuhan masak memasak, jadi untuk memasarkan cabe rawit ini saya rasa tidak sulit. Anda cukup membawa dan menjualnya dipasar tradisional.

Kunci Sukses Bisnis Cabe Rawit

Berdasarkan ungkapan dari Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Soedjono mengatakan begini "kunci sukses dari bisnis cabe rawit adalah dari manajemen pola tanam. Dengan penerapan pola tanam, saya jamin tidak ada yang namanya fluktuasi harga karena tanam dan panennya sudah diatur sehingga pasokan ke masyarakat cukup".

Kesimpulan

Bagaimana sobat, sangat menggiurkan bukan keuntungan dari bisnis ini? Setelah menyimak analisa diatas maka dapat ditarik kesimpulan jika menjalani bisnis cabe rawit bisa membuat Anda bahagia dari segi omset pengasilan dan keuntungannya. Selamat mencoba