Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor Dan 1000 Ekor - Berapa Modal Dan Keuntungannya?

- 4/13/2020
Analisa usaha ternak ayam potong 100 ekor dan 1000 ekor - Tahukah anda sobat, bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya adalah tipe orang yang suka mengkomsumsi daging ayam potong. Sebab, masyarakat Indonesia sadar bahwa dengan mengkomsumsi daging ayam akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah dapat menurunkan berat badan. selain itu, manfaat lain dari daging ayam termasuk menyehatkan tulang, meningkatkan jumlah protein, membuat pikiran aktif dan tenang, mempercepat pertumbuhan anak dan masih banyak lagi. 

Saya tidak akan berbicara banyak tentang manfaat dari daging ayam. Akan tetapi, saya akan fokus membahas lebih rinci tentang analisa usaha ternak ayam potong 100 ekor dan 1000 ekor. Berapa modal dan keuntungan yang akan diperoleh? Simak artikel bermanfaat ini hingga selesai ya sobat !!!

Mengenal Apa Itu Ayam Potong


Ayam potong, ayam broiler atau ayam ras pedaging sebenarnya adalah jenis ayam yang sama, hanya saja dalam penamaannya yang berbeda. Jika kita melihat dari sejarahnya, dinamai dengan Ayam potong karena jenis ayam ini seringkali dipotong atau disembelih untuk diperjual belikan untuk dikomsumsi oleh masyarakat. Penamaan Ayam potong juga berlaku wilayah sul-sel, tempat tinggal saya.

Prospek  Usaha Ternak Ayam Potong


Hingga saat ini, Anda akan banyak menemukan pelaku usaha ternak ayam potong terutama di pedesaan sebab, ternak ayam potong salah satu jenis bisnis peternakan yang memiliki prospek yang cerah dan sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan permintaan pasar akan daging ayam potong tidak pernah sepi.

Cara Berternak Ayam Potong


Jika ingin menjalankan usaha ternak ayam potong, Anda perlu mengetahui teknik / cara berternak yang tepat. Diantaranya sebagai berikut:

  • Memilih bibit ayam potong yang tepat: Memilih bibit yang baik dari penyedia bibit yang berbadan hukum seperti koperasi atau CV. 
  • Menjaga kondisi kandang ayam potong: Menjaga sirkulasi udara dalam kandang berdasarkan umur ayam. 
  • Tata cara pemeliharaan ayam potong: Memiliki pengetahuan dalam menjalankan usaha. Dimulai dari pemilihan bibit, pembuatan kandang hingga pemasaran ayam.


Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor dan 1000 Ekor



Modal dan keuntungan yang diperoleh dalam usaha ternak ayam potong 100 ekor tentu akan berbeda dengan usaha ternak ayam potong 1000 ekor. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan analisa usaha terlebih dahulu terutama bagi Anda yang punya keinginan untuk menjalankan usaha ini. 

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor


Modal Tetap

Kandang ayam 2x2 m Rp.400.000,-
Tempat makan ayam Rp.8.000 x 8 buah = Rp.64.000,-
Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 8 buah = Rp.88.000,-
Lampu penerangan Rp. 6.000 x 2 buah = Rp.12.000,-
Total modal tetap = Rp.564.000,-

Biaya Operasional 

Pembelian bibit ayam potong 100 ekor x 7.000 = Rp.700.000,-
Pembelian konsentrat  2 karung isi 50kg = Rp. 900.000,-
Pembelian obat-obatan Rp.120.000,- 
Biaya listrik =  Rp.100.000,-
Total biaya operasional = Rp.1.820.000,-

Biaya Penyusutan 

Penyusutan peralatan serta kandang untuk pemakaian selama 1 tahun Rp.250.000,-

Rumus menghitung modal usaha ternak ayam potong 

Total modal tetap Rp.564.000,-
Total biaya operasional Rp.1.820.000,-
Total biaya penyusutan Rp.250.000,-
Total modal usaha Rp.2.634.000,-

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor


Estimasi harga daging ayam per 1 kg = Rp.25.000,-
Ayam potong 100 ekor dengan berat 2kg per ekor

Hasil penjualan, 200kg x 25.000,- Rp.5.000.000,-

Rumus menghitung keuntungan bersih 

Hasil penjualan - Modal usaha = Keuntungan bersih

Rp.5.000.000 - Rp.2.634.000,- = Rp.2.366.000,- 


Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor


Modal Tetap

Kandang ayam 15 x 15 m Rp.600.000,- x 5 buah Rp.3.000.000,-
Tempat makan ayam Rp.8.000 x 10 buah = Rp.80.000,-
Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 10 buah = Rp.110.000,-
Lampu penerangan Rp. 6.000 x 15 buah = Rp.90.000,-
Total modal tetap = Rp.3.280.000,-

Biaya Operasional 

Pembelian bibit ayam potong 1000 ekor x 7.000 = Rp.7.000.000,-
Pembelian konsentrat  10 karung isi 50kg = Rp. 4.000.000,-
Pembelian obat-obatan Rp.120.000,- 
Biaya listrik =  Rp.150.000,-
Upah karyawan 5 x 800.000 = Rp.4.000.000,-
Total biaya operasional = Rp.15.270.000,-

Biaya Penyusutan 

Penyusutan peralatan serta kandang untuk pemakaian selama 1 tahun Rp.250.000,-

Rumus menghitung modal usaha ternak ayam potong 

Total modal tetap Rp.3.280.000,-
Total biaya operasional Rp.15.270.000,-
Total biaya penyusutan Rp.250.000,-
Total modal usaha Rp.18.800.000,-

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor


Estimasi harga daging ayam per 1 kg = Rp.25.000,-
Ayam potong 1000 ekor dengan berat 2kg per ekor

Hasil penjualan, 2000kg x 25.000,- Rp.50.000.000,-

Rumus menghitung keuntungan bersih 

Hasil penjualan - Modal usaha = Keuntungan bersih

Rp.50.000.000 - Rp.18.800.000,- = Rp.31.200.000,-



Sistem Pemasaran Ayam Potong


Salah satu yang dapat menjamin keberhasilan usaha ternak ayam potong adalah mengetahui sistem pemasaran yang tepat. Jika tidak, tidak ada jaminan usaha ini akan berjalan sesuai harapan. Beberapa poin yang perlu Anda ingat adalah sebagai berikut:
  1. Menghemat biaya operasional
  2. Menjaga hubungan baik dengan konsumen 
  3. Menjual daging ayam sistem ecer
  4. Melakukan kerja sama dengan dinas kesehatan terkait
  5. Memasang harga yang lebih bersahabat
  6. Menjaga silaturahmi yang baik dengan pengusaha ayam lainnya



Kesimpulan

Setelah menyimak analisa usaha ternak ayam potong yang ada diatas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa apabila ingin menjalankan usaha ternak ayam potong, maka modal yang butuhkan untuk 100 ekor sebesar Rp.1.820.000,- dan Rp.18.800.000,- untuk 1000 ekor. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari usaha ternak ayam 100 ekor sebesar Rp.2.366.000,- dan Rp.31.200.000,-  untuk 1000 ekor. Selain itu, Anda harus memiliki sistem pemasaran yang tepat dan tertarget agar usaha dapat berjalan sesuai yang diharapkan. 
 

Start typing and press Enter to search