Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Modal Dan Keuntungan Bisnis Pakaian

Bisnis pakaian memang tidak ada matinya. Bisnis pakaian terus berkembang sesuai dengan tren di zamannya. Peluang sukses di bisnis pakaian terbuka bagi siapa saja, siapa pun bisa menjalankan bisnis ini. Bisnis ini identik dengan kaum perempuan, meskipun tidak sedikit pria yang menggelutinya.

Memulai bisnis pakaian tidak sulit. Apalagi, sekarang ditunjang dengan fasilitas media sosial di internet. Banyak orang yang memanfaatkannya sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan calon pembeli.

1. Meneliti Peluang Pasar

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis pakaian yaitu meneliti peluang pasar. Perhatikan jenis pakaian yang sedang digandrungi banyak orang, terutama remaja. 

Remaja merupakan sasaran pasar paling potensial. Pasalnya, para remaja cenderung senang mengikuti mode terbaru.

2. Menentukan Nama Produk 

Anda perlu menentukan nama atau merek produk. Merek ini penting untuk memudahkan perkenalan produk kepada calon pembeli. Pilih merek yang unik dan mudah diingat.

3. Membuat Akun Social Media

Anda harus membuat akun khusus untuk berjualan di media sosial. Media sosial yang bisa digunakan antara lain, Facebook, Instagram, dan website. Cara termudahnya, yaitu berjualan lewat toko online, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

4. Menyusun Strategi Pemasaran 

Anda perlu menyusun strategi pemasaran. Memiliki akun pemasaran di media sosial saja tidak cukup. Anda harus mencoba promosi langsung, mulai dari orang-orang terdekat. Buatlah daftar nama yang ingin didatangi, paling sedikit 100 orang pertama.

5. Lakukan Analisa Modal Dan Keuntungan Bisnis Pakaian

angkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan, yaitu melakukan analisis modal dan keuntungan bisnis pakaian Modal usaha pakaian meliputi modal awal dan modal per bulan. 

Berapa Banyak Modal Bisnis Pakaian Yang Perlu Anda Persiapkan? 

Berapa sih, modal usaha di bidang pakaian? Modalnya tergantung jenis dan jumlah produk yang Anda pasarkan. Misalnya, ingin memulai bisnis pakaian berupa kaos pria, modal awalnya berupa sewa tempat atau toko. Harga sewa tempat tiap daerah tidak sama. Mari asumsikan, harga sewanya Rp3.000.000,00 per tahun. Berarti, biaya ini hanya dikeluarkan setahun sekali.

Namun, harga sewa tersebut berlaku di kota kecil seperti Tegal, Pekalongan, dan kota kecil lainnya. Tentu saja letaknya pun di jalanan kampung atau desa. Jika ingin di pinggir jalan utama dan besar, harga sewa bisa mencapai 20juta/tahun.

Selanjutnya, menentukan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan. Biaya tersebut meliputi biaya listrik, kulakan pakaian, dan gaji karyawan. Ambil asumsi biaya kulakan pakaian rata-rata Rp20.000,00 per kaos.

Setiap bulan, Anda mengambil sekitar 200 lembar kaos. Berarti, total biaya yang dikeluarkan untuk kulakan kaos Rp4.000.000,00. Asumsikan biaya listrik sebesar Rp300.000 per bulan dan gaji 2 orang karyawan Rp3.000.000,00.

Seberapa Besar Keuntungan Bisnis Pakaian Yang Akan Anda Peroleh? 

Pemasukan setiap bulan dihitung dari jumlah kaos yang terjual dikalikan harga beli kaos. Kalau asumsi harga jual rata-ratanya Rp50.000,00 per kaos, berarti pendapatannya Rp10.000.000,00 per bulan. Penghasilan ini dikurangi modal per bulan sebesar Rp7.300.000,00. Jadi, keuntungan bersih per bulan Rp2.700.000,00.

Sementara, modal awalnya Rp3.000.000,00 bisa Anda hitung dari total penghasilan setahun. Sebenarnya, modal ini sudah kembali ketika usaha berjalan dua bulan penuh.

Cara Menjalankan Bisnis Pakaian Tanpa Modal Secara Online!


Apakah bisnis pakaian bisa dijalankan meski tanpa modal? Jawabannya, bisa! Dengan cara menjadi dropshipper.  

Saat ini, banyak toko-toko yang menyediakan layanan dropshiper. Layanan ini disediakan tidak hanya untuk berjualan pakaian, tetapi juga tas, dan sepatu tanpa harus menggunakan modal.

Bagaimana cara memasarkannya?

Cara pemasarannya secara online melalui toko online seperti bukalapak dan tokopedia. 

Anda tinggal memajang produk yang ingin dijual. Kalau promosinya menarik, pasti banyak orang yang membeli.

Saat ada calon pembeli yang memesan produk tersebut, segera hubungi toko penyedia barang. Lalu, toko itu akan mengirimkan barang ke alamat pembeli dengan nama Anda. Sementara pembayarannya langsung diteruskan ke rekening Anda.

Menjadi seorang yang sukses merupakan impian semua orang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk bisa menjadi kaya raya, salah satunya adalah dengan menjadi seorang pebisnis.

Tidak mudah untuk bisa memiliki sebuah bisnis yang langsung sukses dan dikenal banyak orang, baik itu bisnis usaha barang dan jasa, jual-beli barang dan sebagainya. Melainkan dibutuhkan niat dan usaha ekstra keras dari nol untuk memulai karir menjadi seorang pebisnis.

Tidak terhitung jumlah jenis bisnis yang bisa Anda lakukan dan semuanya membutuhkan satu hal yang sama, yaitu strategi. Antara bisnis satu dengan yang lainnya membutuhkan strategi yang sama sekali berbeda, semuanya tergantung bisnis apa yang mereka jalankan, siapa targetnya, dimana lokasinya, apa tujuan bisnis tersebut dan masih banyak lagi faktor pembeda.

Salah satu bisnis yang menjamur dan banyak menjadi favorit adalah Bisnis fashion wanita dan pria. Para desainer dan pemilik toko retail berlomba-lomba menjual pakaian andalan mereka baik secara online maupun offline. Harga dan model yang ditawarkan antara baju buata desainer ternama dengan buatan desainer pemula serta toko retail biasa pun saling bersaing ketat.

Sementara itu, Anda yang merupakan seorang pemain baru ingin bergabung di bisnis ini dan ikut merasakan kesuksesan. Lalu, bagaimana caranya bisnis fashion wanita dan pria yang ingin Anda jalankan bisa berjalan lancar dan sukses ?

5 Tips Memulai Bisnis Pakaian [update]

Anda memiliki banyak sekali PR untuk memulai dan menjalankan bisnis fashion wanita dan pria. Di bawah ini adalah ulasan mengenai strategi untuk menjalani dan mengembangkan bisnis fashion wanita dan pria :

1. Tentukan Jenis Fashion


Ada banyak sekali barang yang dapat diperjualbelikan dalam dunia fashion, mulai dari baju, sepatu, dompet, aksesoris hingga topi. Tentukan, barang apa yang ingin Anda jual ? Mengingat umumnya seorang pemula memulai dengan bisnis menjual busana, maka kali ini kita akan lebih condong mengarahkan dunia fashion mengenai busana.

Tentukan, busana apa yang ingin Anda jual ? Untuk wanita atau pria ? Atau bahkan untuk bayi dan anak kecil hingga remaja ? Ada banyak sekali turunan busana yang bisa menjadi pilihan, seperti busana pesta, kerja, santai, casual, olahraga hingga ke busana Muslim. Akan lebih baik jika Anda menetapkan pada satu atau maksimal tiga jenis busana, misalnya menjual atasan, bawahan dan juga terusan. Dengan demikian, fokus perhatian Anda tidak terpecahkan ke banyak jenis barang yang akan diproduksi atau dibeli dan jual kembali.

Menentukan salah satu jenis barang fashion yang akan dijual juga secara langsung membantu Anda menguasai informasi mengenai barang tersebut. Pasalnya, tidak sedikit faktor yang harus diperhatikan mengenai fashion, sebut saja seperti jenis bahan, warna, jahitan, corak, model dan harga yang sesuai dengan pasaran.

2. Desain Sendiri Atau Beli Putus & Konsinyasi ?


Setelah menetapkan barang fashion yang akan dijadikan fokus utama bisnis, kini tentukan apakah Anda ingin memproduksinya sendiri ataupun membeli dan menjual kembali dari suplier dan konveksi.

Jika memproduksi sendiri :
  • Persiapkan rumah produksi
  • Pekerjakan desainer dan tukang jahit jika Anda tidak bisa membuat sendiri
  • Cari suplier bahan yang murah namun berkualitas
  • Cari reseller untuk beli putus atau konsinyasi
  • Lakukan promosi dan pengiriman, dan sebagainya

Jika membeli dan menjual kembali busana yang sudah jadi :
  • Cari suplier atau konveksi yang memproduksi busana dengan harga rendah namun berkualitas
  • Pintar memilih model busana
  • Membuka toko baik online (website) maupun offline atau ikut event seperti pop up market
  • Persiapkan ruang penyimpanan stok
  • Mengerjakan semua proses sendiri atau mempekerjakan karyawan jika memang sudah berkembang, dan sebagainya

Cara apapun yang Anda pilih, pastikan agar Anda menjual busana yang berkualitas tinggi. Jangan sampai Anda hanya fokus pada modal kecil dan harga jual yang rendah namun Anda malah menjual barang yang tak berkualitas. Jika terjadi hal seperti itu maka pelanggan tidak akan kembali membeli dari Anda.

3. Ikuti Tren


Jangan terpaku untuk hanya menjual model busana fashion yang Anda sukai saja, melainkan terus ikuti perkembangan mode dan tren. Rajin baca majalah fashion ataupun membaca berita dan artikel mengenai dunia fashion. Pelajari tren apa yang sedang berjalan dan sesuaikan barang dagangan bisnis Anda sesuai dengan permintaan dan minat pasar.

Tapi ingat, agar berbeda dari pebisnis fashion lainnya, Anda harus memiliki faktor unik yang mencerminkan ciri khas Anda. Entah menggunakan nama unik, ataupun warna khas yang akan selalu menjadi ciri Anda di setiap busana yang dijual. Hal ini juga berlaku ketika Anda membuat logo bisnis yang akan membedakan Anda dengan orang lain.

4. Promosi Lewat Media Sosial


Susun strategi pemasaran Anda. Untuk awal mula Anda bisa mengandalkan kekuatan promosi dengan word of mouth (informasi dari mulut ke mulut). Setelah itu mengingat hampir semua pebisnis mengandalkan media sosial sebagai sarana promosi, maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba media ini.

Mulai sebar dan promosikan bisnis fashion Anda melalui akun media sosial pribadi. Kemudian buat akun khusus, lengkap dengan logo bisnis fashion Anda agar bisa mudah dikenali orang lain. Posting foto-foto maupun video produk fashion Anda dengan kualitas gambar yang baik. Sertakan informasi harga, jenis bahan, ukuran dan warna yang tersedia. Jangan lupa untuk memasukkan kontak informasi dan pilihan pengiriman untuk pembeli.

Anda juga bisa memanfaatkan iklan di media sosial (berbayar) untuk promosi. Cara ini mengharuskan Anda membayar sejumlah uang untuk setiap iklan yang Anda pasang, namun hasil yang didapatkan juga berbeda karena akan lebih banyak orang yang mengetahui tentang bisnis Anda.

Cara lain untuk promosi di media sosial adalah dengan endorsement. Cari dan pilih artis yang memiliki banyak follower (biasanya di Instagram). Minta mereka untuk meng-endorse busana yang Anda jual. Cara ini sangat efektif untuk menambah follower dan pelanggan karena umumnya fans dari artis tersebut ingin mengenakan barang atau busana yang sama dengan artis favorit mereka.

Selain itu, coba lakukan event secara berkala misalnya diskon bulanan atau give away. Selain menajdi lebih dekat dengan follower dan pelanggan, cara promosi ini akan menarik perhatian banyak pengguna media sosial lainnya.

5. Layanan Pelanggan


Pastikan semua orang yang membeli busana atau barang fashion Anda puas dengan hasil yang didapat. Bangun customer care yang baik dengan cara aktif berkomunikasi dengan pelanggan. Tanya dan minta pendapat dari mereka termasuk kritikan baik lewat komentar di media sosial dan website, ataupun email berlangganan. Di sini Anda bisa melihat apa saja kekurangan bisnis fashion Anda dan juga cara untuk memperbaikinya agar bisnis Anda semakin maju.

Selalu ingat untuk memberikan layanan yang terbaik, termasuk di dalamnya menjual barang berkualitas, mengemasnya dengan rapih dan nyaman, serta mengirimkannya dengan aman dan tepat waktu. Segera lakukan sesuatu jika ada komplain dari pelanggan. Semua hal itu akan membuat masyarakat mempercayai bisnis Anda dan menciptakan brand awareness.

Terlepas dari lima strategi di atas, salah satu poin terpenting lainnya dalam bisnis ini adalah diperlukannya kerja keras dan niat serta kemampuan pantang menyerah dalam mencapai tujuan bisnis Anda. Jangan pernah berhenti melangkah sampai Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Selalu buka mata dan pasang telinga ketika menjalani bisnis, termasuk binis fashion. Pelajari semua hal baru yang ada di dunia bisnis dan fashion dan jalankan semaksimal mungkin dalam bisnis Anda. Sekarang kamu sudah tahu kan berapa modal dan keuntungan jika ingin menjalankan bisnis pakaian ini. Selamat mencoba dan semoga sukses...