Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Budidaya Jamur Tiram Dan Analisa Usahanya


Budidaya jamur tiram dan analisa usahanya - Sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai jamur tiram krispi kan ya? Termasuk Anda pastinya, jamur tiram krispi memang banyak dijual di berbagai tempat. Baik itu di pinggir jalan, di warung makan, di restoran, dan di berbagai tempat. Selain digoreng krispi, jamur tiram juga sangat baik jika dimasak pepes, oseng, botok, campuran soto, campuran mie ayam, sate, dan masih banyak lagi. 

Intinya kalau kita bahas makanan berbahan dasar jamur tiram di sini pasti 1 hari tidak selesai ya sobat. Sebab di sini kita akan bahas tentang perkiraan modal dan keuntungan budidaya jamur tiram yang bisa dijadikan referensi untuk memulai usaha budidaya.

Setelah membaca panduan ini, Anda tidak lagi pusing memikirkan cara budidaya jamur tiram dengan baik untuk hasil melimpah. Selain itu, dengan analisis usahanya, Anda juga dapat memperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan serta keuntungan yang akan diperoleh dari hasil budidaya jamur tiram ini.

Manfaat Jamur Tiram


Selain rasanya yang nikmat untuk dimakan, ternyata jamur tiram sangat baik untuk kesehatan tubuh. Makanan yang berbahan dasar jamur tiram sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengendalikan kolesterol, melawan radikal bebas, menghancurkan sel tumor, menyehatkan jantung, mencegah kanker payudara, dan lain sebagainya.

Cara Budidaya Jamur Tiram Dalam 5 Langkah Mudah Untuk Hasil Panen Melimpah


Budidaya jamur tiram sebenarnya cukup mudah. Tapi untuk Anda yang baru pertama kali mencoba budidaya jamur tiram, ikuti langkah-langkah berikut ini;

1. Persiapkan Peralatan


Anda bisa memulai usaha budidaya jamur dengan memastikan ketersediaan peralatan usaha budidaya seperti cangkul, ember, drum, dan sekop. Alat pendukung yang dibutuhkan ialah cincin baglog, kapas, karet gelang, sendok bibir, semproten, plastik, polypropylene, botol dan Thermo higrometer.

2. Perhatikan Media Hidup Jamur Tiram


Pastikan Anda menggunakan media atau substrat yang bisa dibeli dengan nama baglog. Baglog terbuat dari gergaji kayu 100 Kg, kandungan kapur 3, ketersediaan air 65 %, dedak 10 Kg dan gypsum sebesar 0,5 Kg. pasang baglog dengan cara miring.

3. Sterilisasi


Anda bisa menggunakan pasteurisasi atau kukus untuk membersihkan baglog. Pastikan Anda melakukan pendinginan sekitar 1 hari agar siap digunakan.

4. Inkubasi


Pastikan Anda memelihara jamur dengan baik. Biasanya akan mulai tumbuh setelah 3 hari. Anda juga bisa melakukan penyiraman sekitar 2 sampai 3 kali sehari. Pastikan air yang dibutuhkan untuk menyiram jamur itu cukup karena memang jamur itu suka tumbuh di tempat yang lembab.

5. Panen Jamur Tiram


Anda bisa melakukan panen setelah 3 bulan pertumbuhan jamur tiram. Anda juga bisa melakukan panen ketika pagi dan sore saat kondisi jamur begitu segar. Pastikan tempat yang digunakan untuk pemeliharaan jamur dengan celah sehingga ada sinar matahari.

Pastikan Anda mengambil sebagian atau keseluruhan dari keuntungan budidaya jamur untuk mengembangkannya menjadi modal tambahan. Anda bisa menambah jumlah baglog, jika memungkinkan Anda pun bisa menambah biaya sewa lahan. Jika budidaya Anda sudah mulai pesat, Anda perlu menambahkan tenaga bantu agar semua pekerjaan dapat teratasi. Jamur bisa dipanen selama 3 atau 4 bulan setelah masa pemasangan baglog. Anda pun bisa mengolah jamur hasil panen dengan menjualnya secara matang. Misalnya dengan menjual jamur krispi rasa dan dikemas lalu dijual melalui sosial media, dititipkan di warung, maupun dijual secara eceran. 

Analisis Usaha Budidaya Jamur Tiram 


Anda perlu menghitung modal yang dikeluarkan sebelum melakukan usaha agar tidak jebol di tengah jalan. Manfaat perkiraan modal dan keuntungan budidaya jamur tiram akan membuat hati lebih tenang karena usaha budidaya jamur tiram Anda lebih terarah. Modal usaha budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan ialah sebagai berikut:

Modal Biaya Usaha Budidaya Jamur Tiram 
  • Pembelian baglog 5 kali panen sekitar = Rp 3500 x 1000 buah = Rp 3.500.000
  • Harga Sewa lahan = Rp. 1.000.000
  • Total modal biaya usaha budidaya jamur tiram = Rp 4.500.000 
Modal Biaya Operasional 
  • Ongkos peralatan, air, listrik, dan lain-lain sekitar = Rp 1.000.000
  • Biaya tambahan = Rp 500.000
  • Total biaya produksi = Rp 1.500.000
Potensi Keuntungan Budidaya Jamur Tiram

Membuat perkiraan modal dan keuntungan budidaya jamur tiram juga bertujuan agar memiliki gambaran penghasilan Anda nantinya ketika sudah menekuni usaha budidaya jamur. Target keuntungan yang bisa Anda dapatkan ialah sebagai berikut:
  • Asumsinya terjadi penyusutan 10%, sehingga 1000 buah menjadi 900 buah yang bisa dipanen.
  • 1 baglog beratnya sekitar 1,7 Kg dan mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 0,7 Kg, jika ada 900 baglog x 0,7 Kg hasilnya ialah 630 Kg
  • Penghasilan = Rp 20.000 x 630 = Rp 12.600.000
  • Keuntungan = Rp 12.600.000 - Rp 1.500.000 = Rp 11.100.000 per bulan
  • Keuntungan tersebut menandakan bahwa modal investasi selama 1 tahun sekali dan biaya produksi pun bisa kembali setelah periode usaha 4 bulan. 

Bagaimana? Anda Sudah Siap Untuk Budidaya Jamur Tiram?


Apakah Anda sudah siap melakukan budidaya jamur tiram? Jika belum, ada baiknya Anda segera memantapkan hati. Simpulannya ialah dengan modal Rp 1.500.000 sekitar akan menghasilkan sekitar Rp 12.600.000, dan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp.11.100.000. -

Demikianlah penjelasan lengkap tentang perkiraan modal dan keuntunga budidaya jamur tiram yang bisa anda jadikan sebagai gambara atau referensi terpercaya sebelum menajalankannya. Semoga bermanfaat ….