-->

Riset Pasar; Pengertian, Tujuan, Contoh Riset Pasar Online dan Offline

- February 26, 2017

Halo sahabat, pada postingan kali saya akan menjawab semua pertanyaan Anda soal pengertian riset pasar, tujuan riset pasar dan contoh riset pasarRiset pasar merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai langkah awal sebelum memulai usaha atau bisnis demi mencapai target.

So... Tanpa membuang-buang waktu silahkan simak penjelasan lengkapnya dibawah ini


Pengertian Riset Pasar Menurut Wikipedia

Menurut wikipedia, pengertian riset pasar atau riset pemasaran adalah desain, pengumpulan, analisis dan pelaporan yang sistematis atas data dan segala penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi.


Tujuan Riset Pasar

Apakah Anda seorang seorang pebisnis? Penting sekali untuk melakukan riset pasar sebelum memulai usaha.

Tujuan riset pasar untuk menggali pengetahuan tentang target yang akan di dapat di pasaran, permintaan konsumen, dan pesaing dari sesama pebisnis atau pengusaha yang lainnya.

Contoh Riset Pasar

Anda tentunya bisa melakukan riset pasar dengan 2 cara yaitu riset pasar secara online dan riset pasar secara offline.

Jika dirujuk pada perbedaannya tentu riset pasar melalui online sudah begitu mudah sebab sekarang ini sudah era digital. Terlebih saat ini sudah ada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat memudahkan Anda melakukan apapun termasuk untuk mendukung bisnis. Jika dibandingkan dengan riset pasar melalui offline yang pasti membutuhkan biaya lebih mahal.

Berikut 2 contoh riset pasar secara online dan offline yang perlu Anda ketahui

1. Contoh Riset Pasar Secara Online 

Contoh riset pasar yang pertama bisa dilakukan secara online dengan melalui beberapa tahapan yang ada di bawah ini:
  • Survei atau Polling 
Anda perlu mencari tahu permintaan atau selera konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai penilaian tentang produk yang dijual. Dengan adanya sistem online, Anda bisa membuka survei atau polling mengenai produk yang dijual.

Sebaiknya Anda menambah kotak saran pada survai tersebut agar konsumen dapat memberi saran atau ide mengenai produk yang Anda jual.

Riset keyword dari produk yang Anda jual melalui tools di Google untuk mengetahui permintaan apa yang banyak dicari oleh konsumen melalui search engine. Tools tersebut seperti Google Planner, Google Trend, dan lain sebagainya.
  • Membaca Kemampuan Pesaing
Perlunya membaca kemampuan, karakteristik, dan kondisi pesaing sangat penting dilakukan seorang pebisnis. Riset market dapat Anda lakukan dengan memanfaatkan sistem online, lebih tepatnya menggunakan Google untuk mencari produk yang serupa dengan produk yang Anda jual. Cari tahu lah secara detail segala sesuatu yang pesaing bisnis Anda lakukan untuk menyita perhatian dan minat konsumen.

Apabila Anda sudah mengetahui langkah-langkah yang dilakukan pesaing, maka Anda dapat melakukan strategi pemasaran yang lebih jitu untuk bersaing menjual produk. Strategi jitu tersebut bisa dilakukan dengan cara mengembangkan “nilai plus” yang dilakukan oleh pesaing. Bahkan dengan mengetahui kunci bagaimana pesaing-pesaing Anda sukses menarik pembeli,

Anda bisa melakukan langkah yang lebih unggul dan membuat cirikhas agar produk Anda laku keras di pasaran.
  • Mencari Ide Produk Melalui Internet
Kemampuan yang harus dimiliki seorang pebisnis online ialah keinginan untuk terus menciptakan kreativitas dan memperbaharui inovasi. Pebisnis perlu melakukan terobosan-terobosan baru untuk memperbaiki produknya, sehingga konsumen tidak merasa jenuh untuk membeli produk dan lari ke pesaing bisnis Anda. Ini lah yang dimaksud dengan bagian penting dari usaha Anda.
  • Mengetahui cara riset pasar
Manfaatkan internet untuk mencari segala sesuatu yang sedang menjadi trend, banyak diminati konsumen, dan menjadi barang kebutuhan konsumen.

Jadikan hasil informasi tersebut untuk ditambahkan atau direalisasikan ke dalam produk yang Anda jual. Misalnya saja Anda membuka sebuah usaha mie ayam.

Melalui riset pasar secara online, Anda bisa menambahkan inovasi baru misalnya mie ayam pelangi, mie ayam plus paru sapi, dan lain sebagainya. Sehingga Anda dapat menjual produk Anda di toko online maupun kedai offline Anda dengan lebih percaya diri.


2. Cara Riset Pasar Secara Offline

Cara riset pasar yang kedua bisa dilakukan dengan secara offline dengan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
  • Melihat Produk dan Layanan yang Disukai Konsumen
Lihat lah gerakan dari para pesaing bisnis di sekitar tempat jualan Anda. Misalnya Anda menjual toko kue. Di daerah sekitar tempat Anda menjual kue ternyata ada yang memberikan layanan kepada konsumen dengan menyediakan gazebo untuk menikmati kue di luar tokonya. Jadi mereka bisa bercengkerama bersama sahabat, keluarga, atau kolega, sambil menyantap dagangan kue yang ada.

Ternyata layanan tersebut membuat toko kue pesaing bisnis Anda menjadi ramai. Maka Anda bisa menambah layanan baru di toko kue Anda. Sediakan juga kedai-kedai kopi atau misalnya. Bahkan jika memiliki modal atau merger dengan pemberi modal lain bisa membukanya di dekat jualan toko roti Anda. Sehingga pengunjung bisa menikmati kue dengan bersantai dan membeli minuman.
  • Makanan lain di kedai yang Anda buat
Terus awasi dan amati pesaing Anda. Jangan sampai Anda tertinggal jauh baik dari produk, pelayanan, sistem penjualan, dan lain sebagainya. Tapi jangan fokus terhadap pesaing. Sebab fokus terhadap pesaing secara berlebihan justru membuat Anda kurang fokus dalam mengurus bisnis Anda sendiri.

Jadikan pesaing hanya sebagai evaluasi dan bahan mencari ide perbaikan bisnis Anda. Jangan terlalu kecewa dengan pencapaian pesaing Anda karena bisa berakibat pada kurangnya kepercayaan diri dalam bisnis Anda sendiri.
  • Menambah Jumlah Produk yang Disukai Konsumen
Rekap secara detail mengenai produk apa yang disukai konsumen. Anda membutuhkan analisis segmentasi pasar untuk mengetahui segmen konsumen yang membeli produk Anda paling banyak. Apabila kebanyakan yang datang ke toko Anda ialah remaja dan lebih sering membeli suatu produk tertentu.

Sebaiknya Anda fokus menambah produk penjualan yang disukai konsumen dan memberikan strategi pemasaran yang jitu. Strategi pemasaran dapat dilakukan dengan menambah inovasi atau pembaharuan pada produk dan segmentasi yang paling laris di toko Anda.
  • Menargetkan Pasar dan Pelanggan
Pebisnis harus pintar mengambil peluang dengan melihat penjualan produk berdasarkan demografi seperti misalnya jenis kelamin, usia, lokasi, atau psokografis tertentu. Pesaing Anda banyak menyediakan produk yang memang dibutuhkan oleh konsumen dan toko Anda kurang meng-cover hal tersebut.

Sebaiknya Anda mulai mencari pelanggan baru dengan menjawab pertanyaan mengenai produk yang banyak dicari masyarakat. Anda juga bisa mulai untuk mencoba untuk terus melakukan iklan dengan menempel poster diskon, pemberian voucher pada pembelian tertentu, atau Memberikan promo pada hari-hari tertentu.
Selain cara riset pasar yang sudah Anda lakukan tersebut Anda perlu memahami batas-batas daerah konsumen Anda.

Anda perlu melakukan positioning atau menentukan batas konsumen Anda. Misalnya Bagi yang setiap hari belanja produk Anda. Tapi ini masih diluar dari konsumen dadakan yang tiba-tiba jalan di depan toko Anda kemudian tertarik untuk membeli.

Evaluasi jumlah pembeli di toko Anda untuk memutuskan akan menambah jumlah produk yang diproduksi. Kemudian tentukan juka potensial konsumen dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya setiap satu minggu sekali atau satu bulan sekali Anda dapat melihat tanggal berapa toko Anda mulai diserbu konsumen sehingga Anda bisa mengelola pendapatan di kala ramai pelanggan maupun sepi pelanggan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kurangnya modal atau rusaknya manajemen penghasilan bisnis Anda.


Kesimpulan

Setelah menyimak penjelasan diatas, Anda sudah tentu memahami apa itu pasar, apa tujuan dilakukannya riset pasar, dan bagaimana contoh riset pasar yang tepat. Dengan demikian, saya yakin Anda sudah bisa menjalankan usaha dengan baik demi mencapai target pasar yang tepat.
 

Start typing and press Enter to search