Analisa Usaha Ternak Cacing - Cacing, pasti Anda terbayang oleh hewan yang satu ini? Panjang sekitar 15 cm, lunak, gerakannya lambat, warnanya cokelat, hidupnya di tanah, dan sering ditemui ketika musim penghujan. Wah, banyak orang merasa “jijik” ya dengan keberadaan cacing ini. Cacing ibarat hewan yang menjijikkan dan rasa-rasanya lebih baik dibasmi dan dibuang. Alasannya? Karena dianggap kotor, penuh kuman, sumber penyakit, dan tidak ada gunanya. Bahkan orangtua tak segan-segan untuk memarahi anaknya yang sedang bermain cacing dengan anggapan bahwa cacing akan mendatangkan penyakit. Banyak orangtua risau karena anaknya tak kunjung gemuk karena dianggap cacingan.

Tapi tahukah Anda di balik penolakannya, ternyata cacing bisa mendatangkan rezeki? Pernah berpikir bahwa cacing akan membuat Anda memiliki rekening yang gendut? Makanya buat saja analisa usaha ternak cacing, alasannya biar Anda tidak sekedar meremehkan hewan yang satu ini. Melainkan juga perlu mengetahui apa manfaat dan bagaimana cara membudidayakannya. Manfaatnya yang paling terkenal ialah untuk menyembuhkan tifus, mengobati penyakit diare, melancarkan sistem pencernaan, menenangkan syaraf, dan masih banyak lagi.

Perkiraan Pengeluaran Modal untuk Usaha Ternak Cacing

Siapa bilang usaha cacing bisa dilakukan dengan asal-asalan? Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa cacing bisa dibudidayakan dengan cara yang sembarangan, mengingat keberadaannya yang memang dianggap tidak begitu penting. Padahal analisa usaha ternak cacing tetap harus dilakukan agar semua harapan Anda dapat terwujud. Modal usaha cacing tersebut sebagai berikut:

Modal Biaya Tetap Usaha Ternak Cacing
  • Sewa lahan sekitar luas 100 m2 per tahun = Rp 750.000
  • Kandang dari bamboo sepanjang 80 m2 = Rp 2.500.000
  • Rak penyimpan = Rp 300.000 x 10 buah = Rp 3.000.000
  • Total modal biaya tetap = Rp 6.250.000


Biaya Operasional Usaha Ternak Cacing
  • Bahan media hidup cacing = Rp 300.000 x 6 ton = Rp 1.800.000
  • Plastik = Rp 1600 x 200 m = Rp 1.200.000
  • Pelepah pisang yang sudah dicincang = Rp 30.000 x 5 karung = Rp 150.000
  • Benih cacing = Rp 35.000 x 40 Kg = Rp 1.400.000
  • Pakan dari limbah sayuran = Rp 500 x 5000 = Rp 2.500.000
  • Tenaga kerja untuk membantu usaha ternak cacing = Rp 1.000.000 x 2 orang x 4 bulan = Rp 8.000.000
  • Total biaya operasional = Rp 15.050.000,00


Biaya Penyusutan

Penyusutan 4 bulan selama sekitar 3 tahun investasi modal tetap, yaitu:
  • Biaya kandang = 4/36 x Rp 2.500.000 = Rp 275.000
  • Rak penyimpan cacing = 4/36 x Rp 3.500.000 = Rp 380.000
  • Total biaya penyusutan = Rp 655.000,00


Potensi Keuntungan dari Hasil Usaha Ternak Cacing

Menghitung potensi keuntungan tentunya dapat memberikan harapan pada Anda akan target yang harus dicapai. Setidaknya Anda akan terus semangat dan tidak berhenti di tengah jalan meski dengan berbagai hambatan. Inilah yang disebut dengan analisa usaha ternak cacing sebagai contoh target dalam menjadi pengusaha pemula. Potensi keuntungan tersebut ialah sebagai berikut:

Rata-rata harga cacing per Kg = Rp 80.000.000 Hasil produksi cacing yang dapat dipanen selama 4 bulan = Rp 80.000 x 600 Kg = Rp 48.000.000

Keuntungan = Rp 48.000.000 - Rp 15.050.000 - Rp 655.000,00 = Rp 32.295.000,00


Keuntungan sebanyak Rp 32.295.000,00 dibagi 4 bulan berarti asumsi per bulan mendapat Rp 8.073.750,00, berarti asumsinya investasi tetap modal untuk Rp 6.250.000,00 pun sudah kembali.


Tips Menjalankan Usaha Ternak Cacing 

  1. Buatlah kandang cacing dari bambu atau pun terpal untuk rumah cacing. Usahakan di tanah yang lembab agar cacing mampu berkembangbiak dengan lebih subur.
  2. Media hidup yang digunakan sebaiknya mengandung unsur hara yang lunak dan tidak keras. Carilah tanah gembur atau sisa dari tanah yang digunakan untuk pertumbuhan jamur. Campurkan tanah dengan pelepah pisang yang sudah diremukkan dan membusuk, ada baiknya tambahkan unsur haranya di dalam tanahnya.
  3. Cacing tanah bisa diberi pakan dengan sisa pembusukkan daun atau hewan yang ada di dalam tanah. Cacing juga bisa diberi makan dengan limbah seperti kotoran sapi, kotoran ayam, dedaunan hijau yang sudah busuk, dan log jamur.
  4. Berikan makan cacing tanah dengan memfermentasikan tetes tebu agar di dalam pakannya mengandung banyak bakteri. Pakan cacing juga bisa berbentuk bubuk agar mudah dimakan cacing. Jika ingin mengembangbiakkan 1 Kg cacing, maka berikan serbuk makanan seberat 1 Kg juga. Pemberian pakannya pun bisa 1 x sehari saja.
  5. Rawatlah cacing dengan media hidup yang dapat diganti selama 2 minggu sekali.
  6. Bersihkan hama cacing tanah dari semut, kumbang, serangga, dan hewan lainnya.
  7. Lakukan panen selama 4 bulan setelah pengembangan.
  8. Promosikan kepada warung-warung obat, warung jamu, maupun ecer. Berikan dengan potongan harga bagi pelanggan yang sudah setia membeli hasil ternak cacing Anda. Anda juga bisa mulai mempromosikan hasil ternak cacing melalui online atau media sosial.


Ternyata sesudah Anda telaten menghitung analisa usaha ternak cacing, maka Anda dapat melihat bahwa hasil usaha ternak cacing ternyata membawa omset yang besar. Modal tetap atau investasi 1 tahun Rp 6.250.000 ditambah jumlah Rp 15.050.000,00, dan biaya penyusutan Rp 655.000,00. Maka dapat menghasilkan Rp 48.000.000, maka keuntungannya ialah Rp 32.295.000,00. Keuntungan selama 4 bulan yang sebesar itu menjadi peluang besar bagi Anda yang ingin berjuang untuk menjadi pebisnis dalam bidang ternak cacing.

Jangan lupa untuk terus menambah kolega pembeli cacing, baik dari warung-warung obat, kedai herbal, dan siapa pun yang membutuhkan cacing sebagai obat dan diambil khasiatnya. Jangan patah semangat jika dalam hal pemasarannya sangat sulit menemukan pembeli yang setia, tetap berikan pelayanan dan penawaran yang baik. Bersikap ramah lah kepada siapa pun yang membeli. Jadikan pembeli ialah raja. Baca dan ketahui juga modal dan keuntungan usaha ternak jangkrik yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya. Semoga bermanfaat ya ...

ADVERTISE