Berbicara tentang kuliner memang tidak ada habisnya. Berbagai farian jajanan ringan maupun makanan berat banyak ditawarkan. Mulai dari yang dijual di pinggir jalan atau kaki lima, sampai kudapan yang dijual di restoran mewah. Semua jenis makanana tersebut harganya juga bermacam-macam.

Jika Anda ingin merasakan nikmatnya makanan dengan harga yang murah, maka pedagang kaki lima adalah jawabannya. Mulai dari siomay, cilok, ice jus, roti bakar hingga nasi goreng. Makanan jenis ini banyak digemari mayarakat. Bisa dibilang nasi goreng adalah makanan sejuta umat.

Dalam keadaan apapun baik sarapan, makan siang atau makan malam, nasi goreng bisa jadi alternatif pilihan bersantap. dari anak-anak hingga orang tua menyukai nasi goreng. Fariasi nasi gorengpun beragam, misalnya nasi goreng jawa, nasi goreng sea food, nasi goreng terasi, dan masih banyak lagi. Hal ini menandakan bahwa nasi goreng adalah salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan karena peminatnya sangat banyak.

Memasak nasi goreng sangat praktis dan cepat, sehingga nasi goreng sering disantap di saat keadaan darurat. Biasanya abang penjual nasi goreng menambahkan suiran daging ayam dan telur untuk menambah nikmat nasi goreng.

Bahan utama untuk membuat nasi goreng adalah nasi putih. Tekstur nasi putih yang pas akan mempengaruhi hasil nasi goreng. Nasi putih yang pas untuk membuat nasi goreng adalah yang kasar, jika terlalu lembek rasanya tidak enak. Selain itu, tekstur nasi yang terlalu lembek akan membuatnya menempel dipenggorengan dan cepat gosong.
Jika Anda ingin membuka usaha nasi goreng di pinggir jalan, pastikan bumbu dan resepnya enak. Buatlah dulu untuk keluarga dan mintalah kritik dan saran dari mereka. Kemudian buatlah analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima agar bisnis Anda berjalan lancar.

Biasanya usaha nasi goreng, dibarengi dengan makanan lainnya seperti Mie goreng dan kuah, serta cap jay. Buatlah usaha nasi goreng Anda beda dari yang lainnya. Seperti misalnya porsi besar untuk makan bersama 3 hingga 5 orang, atau dengan farian rasa pedas yang membuat penikmat berkeringat, bisa juga dengan menambahkan bumbu-bumbu lain agar rasa nasi goreng Anda khas.

Dengan adanya ciri khas pada usaha nasi goreng Anda, maka konsumen akan semakin penasaran untuk mencoba menikmatinya. Selain itu dalam analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima, Anda harus benar-benar teliti dalam menentukan pengeluaran dan gambaran kasar pemasukan yang bisa di raih dalam 1 hari.

Analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima


Analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima akan mempermudah Anda mengetahui perkiraan balik modal dalam usaha nasi goreng yang Anda akan jalankan. Beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk peralatan untuk memulai usaha ini adalah sebagai berikut:

  • Gerobak Rp 3.000.000,-
  • Kompor + tabung gas Rp 450.000,-
  • Wajan, spatula Rp 300.000,-
  • Meja + kursi Rp 400.000,-
  • Peralatan makan ( sendok, garpu, tempat tisue ) Rp 200.000,-
  • Total untuk biaya investasi Rp 4.350.000,-

Biaya investasi adalah modal yang dikeluarkan hanya satu kali dalam memulai usaha, karena barang dan perlengkapan ini bisa dipakai untuk jangka waktu panjang. Sedangkan biaya operasional adalah dana yang wajib dikeluarkan setiap hari. Rincian untuk biaya operasional usaha nasi goreng kaki lima adalah:

  • Beras (nasi putih) 10 kg x @Rp 8.000,- Rp 80.000,-
  • Bumbu Rp 100.000,-
  • Daging ayam 2 kg x @Rp 25.000,- Rp 50.000,-
  • Telur 2 kg x @ Rp 12.000,- Rp 24.000,-
  • Kecap + saus Rp 10.000,-
  • Kertas minyak Rp 10.000,-
  • Total biaya operasional Rp 275.000,-

Daging ayam juga perlu direbus atau dikukus terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menanak nasi dengan komposisi yang tepat agara nasi goreng juga lezat. Apabila nasi goreng Anda terasa nikmat, maka banyak orang yang akan berbondong-bondong datang ke tempat usaha nasi goreng Anda.

Setelah Anda melakukan penghitungan biaya pengeluaran, dalam analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima juga wajib di hitung secara terperinci keuntungan yang akan di dapat, sebagai berikut:

Harga nasi goreng 1 porsi Rp 10.000,-. Jika satu malam dari 10 kg Anda bisa menjual 60 porsi maka keuntungan yang didapat adalah Rp 600.000,-. Keuntungan bersih di dapat dari keuntungan kotor dikurangi biaya operasional.

Laba kotor – biaya operasional

Rp 600.000 – Rp 275.000,- = Rp 325.000,-

Satu malam, Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 325.000,-. Jadi selama 1 bulan maka laba yang bisa di dapat dengan jumlah hari efektif 25 hari adalah 25 hari x Rp 325.000,- = Rp 8.125.000,-. Laba yang cukup banyak bagi usaha kaki lima.

Lokasi Usaha, Strategi Marketing, Resiko Usaha Pedagang Kaki Lima


Selain perhitungan laba dan biaya operasional, dalam analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima, ada hal lain yang perlu diperhatikan seperti tempat usaha, strategi marketing dan resiko kerugian.

Tempat usaha

Lokasi dimana Anda akan membuka usaha tentunya menjadi hal yang penting karena tempat akan mempengaruhi jumlah pembeli. Lokasi yang berada tepat dipinggir jalan akan lebih mudah dilihat konsumen dari pada tempat yang berada di dalam gang. Pilihlah tempat yang stategis seperti dekat kawasan kampus, atau perkantoran.

Daerah kos-kosan juga bisa menjadi pilihan tempat usaha, karena anak kos lebih cederung malas memasak dan membeli makanan matang seperti nasi goreng. Lokasi lain yang bisa Anda gunakan adalah di depan toko yang malam hri tutup, karena biasanya usaha nasi goreng buka malam hari.

Biasanya pemilik toko akan dengan senang hati memberikan ijin kepada orang yang ingin membuka usaha di depan tokonya pada malam hari. Alasannya adalah untuk menjaga keamanan toko tempat usahanya. Dengan konsekuensi pagi hari saat toko buka, kondisi harus bersih dan rapi. Pemilik toko biasanya akan menetapkan sewa hanya untuk biaya listrik saja

Strategi Marketing

Dewasa ini, media sosial menjadi salah satu cara ampuh untuk meraih banyak pelanggan. Dengan mengunggah foto dan rajin promosi di media sosial seperti facebook, twitter dan instagram, pelanggan akan berdatangan di tempat usaha nasi goreng Anda.

Ditambah lagi jika nasi goreng Anda memiliki keunikan dan lain dari pada yang lain. Keunikan tersebut bisa menjadi strategi marketing bagi bisnis Anda, karena pembicaraan dari mulut ke mulut akan sangat membantu banyak orang penasaran dan berkunjung untuk menikmati nasi goreng spesial buatan Anda.

Resiko Kerugian

Selain berbicara tentang keuntungan atau laba. Hal lain yang wajib disinggung dalam sebuah usaha adalah resiko kerugian. Tidak mungkin serta merta suatu usaha akan langsung besar. Semua harus memulai merintis dari bawah. Slaah satu yang menjadi kendala dalam bisnis nasi goreng atau kuliner lainnya adalah cuaca yang tidak bersahabat.

Hujan lebat pada malam hari akan membuat orang malas keluar meskipun sekedar untuk membeli makanan. Bisa di siasati dengan menerima deliveri order. Cara ini bisa sangat efektif bagi usaha nasi goreng Anda yang sedang berkembang. Adapun usaha sejenis ini yang cukup menggiurkan yaitu usaha toko kelontong yang tidak kalah. Analisa modal dan keuntungan toko kelontong bisa anda baca pada artikel sebelumnya. Terima kasih ...

ADVERTISE