Siapa di sini yang suka makan lele? Lele memang salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Harganya yang murah dan rasanya yang enak membuat banyak kalangan suka mengkonsumsi ikan lele. Tapi ada juga kalangan yang memandang rendah ikan lele ini, padahal ikan lele juga punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh lho! Beberapa manfaatnya yaitu untuk kesehatan jantung dan otak manusia karena kandungan Omega 3 dan Omega 6. Bahkan lele juga banyak mengandung fosfor yang sangat baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Ikan lele memang sangat baik jika dikonsumsi oleh segala usia baik anak-anak, remaja, dan dewasa.

Di balik segudang manfaat ikan lele, pernahkah Anda memperhitungkan analisa usaha budidaya ikan lele sebagai salah satu penghasil pundi-pundi Anda? Ada baiknya kita mulai jeli dengan kebutuhan yang ada di sekitar kita dan mencoba untuk kreatif mengembangkan apa yang ada di sekitar kita. Salah satunya ialah untuk budidaya lele, tidak ada salahnya mencoba. Anda bisa memulai usaha budidaya lele sedini mungkin. Harganya yang murah tentu banyak pasar yang menginginkannya. Lihat lah ke semua warung-warung makan, restoran, dan lain sebagainya, hampir semuanya menyuguhkan ikan lele.

Perkiraan Modal Usaha Budidaya Ikan Lele


Banyak orang yang bermimpi menjadi orang kaya tapi hidupnya hanya diisi dengan mengeluh. Tapi dengan mencoba membuat analisa modal dan keuntungan usaha budidaya ikan lele ini, semoga banyak yang bangun dari mimpi dan memulai bisnisnya. Perkiraan modalnya sebagai berikut:

Modal Tetap Budidaya Lele
  • Sewa lahan selama satu tahun sekitar = Rp 1.000.0000
  • Pembuatan kolam dengan terpal = Rp 500.000
  • Total modal tetap = Rp 1.500.000,00
Biaya Opersional Budidaya Ikan Lele
  • Pakan selama 3 bulan = Rp 500.000
  • Benih ikan lele = Rp 100 x 5000 ekor = Rp 500.000
  • Vitamin = Rp 100.000
  • Peralatan tambahan = Rp 150.000 
  • Total biaya operasional = Rp 1.150.000,00 

Potensi Keuntungan Budidaya Ikan Lele


Menghitung potensi keuntungan ialah nilai plus jika kita mau lebih dulu membuat analisa usaha budidaya ikan lele sebelum kita melangkah lebih jauh menjadi pembudidaya ikan lele. Keuntungan yang mungkin Anda dapat ialah sebagai berikut: 
  • Penyusutan ikan lele misalnya 10% dari 5.000 ekor = 500 ekor, berarti ada 4.500 ekor lele yang dipanen, dengan asumsi per Kg ada 6 ekor lele, berarti 4.500/6 = 750 Kg. 
  • Penghasilan = Rp 10.000 x 750 Kg = Rp 7.500.000,00 
  • Keuntungan = Rp 7.500.000 - Rp 1.150.000 = Rp 6.350.000,00

Keuntungan yang akan didapat setelah menekuni budidaya lele selama 3 bulan ialah Rp 6.350.000,00. Berarti seluruh modal sudah kembali, bahkan termasuk modal yang digunakan untuk membuat kolam dan sewa kolamnya. Setelah periode pertama selesai, mulai lagi dengan periode kedua, ada baiknya ditambah lagi bibit lelenya, tentu untuk periode berikutnya untung yang didapat lebih besar karena sudah tidak dikurangi oleh biaya modal.

Tips Sukses Menjalankan Usaha Budidaya Ikan Lele


1. Gunakan Kolam Terpal

Sebenarnya banyak sekali jenis kolam baik itu kolam tanah dan semen, tapi ada baiknya Anda gunakan saja kolam terpal. Kolam terpal lebih hemat. Keuntungan dengan kolam terpal juga sangat mudah membuat dan mengatur isi air yang dibutuhkan. Tentunya lele juga lebih bersih karena tidak terkontaminasi kotoran dari tanah.

2. Pilihlah Bibit Unggul

Pilihlah jenis ikan lele dengan ukuran yang kurang lebih sama, hal ini menghindari adanya kanibal karena bisa jadi lele berukuran besar akan memakan lele yang ukurannya lebih kecil. Jangan terlalu banyak memasukkan lele ke dalam kolam terpal nanti lele akan sulit bergerak, cukup 300 ekor saja.

3. Perhatikan Pakan Lele

Ada baiknya Anda perhatikan pakan ikan lele, bisa diberikan sentrat ikan atau pellet. Waktunya pagi dan sore cukup tiga kali sehari saja. Jika pakan buatan lele sudah habis dan dirasa harganya mahal bisa diselingi juga dengan pakan alami seperti kroto, ayam atau ungags yang mati, ikan kecil, atau pun anakan kerang.

4. Kualitas Air Kolam

Ikan lele dapat bertahan dalam kondisi air keruh tapi ada baiknya berikan air yang bersih bagi ikan lele. Kebersihannya juga harus dijaga kolamnya, sebab sisa makanan yang tidak habis dan mengendap bisa menghasilkan gas amonia. Bau busuk dari air yang tidak berkualitas juga bisa membuat ikan lele merasa stres. Pastikan ketinggian air kolam mencukupi dan jangan sampai berkurang, sebab bisa jadi air juga menurun kadarnya karena menguap terkena panas sinar matahari. Tutup kolam dengan jaring agar ikan tidak dimakan tikus atau kucing.

5. Mengendalikan Hama atau Penyakit

Hama dan berbagai jenis penyakit dapat membuat ikan lele banyak yang tidak sehat atau mati. Biasanya lele yang tidak sehat ditandai dengan tanda bintik-bintik putih, luka pada kepala, dan ekor. Selain itu jika ada lele yang ukurannya lebih besar juga bisa melakukan kanibal.

6. Pemasaran Ikan Lele

Target pemasaran yang dapat Anda bidik ialah para pemilik warung makan, penyet, restoran, dan lain sebagainya. Jaring semua relasi warung yang membutuhkan stok lele, pastikan Anda menjadi pemasok langganan. Selain itu kreatif lah mengolah lele menjadi makanan yang bisa dibuat sendiri seperti abon lele, pecel lele, dan lain sebagainya. Promosikan usaha ikan lele Anda pada semua keluarga, saudara, kolega, teman, dan lain sebagainya.

Kesimpulan : 

Manfaat membuat analisa modal dan keuntungan usaha budidaya ikan lele ialah untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam usaha. Jangan sampai Anda hanya akan semangat menggebu-gebu di awal usaha tapi kendur di tengah jalan. Terus lanjutkan sampai usaha Anda terus berkembang. Simpulannya usaha budidaya lele ini memang cukup mengejutkan hasilnya. Modal Rp 1.150.000,00 sudah bisa menghasilkan Rp 7.500.000,00, berarti keuntungannya bisa lebih dari 6 kali lipat. Bahkan biaya modal tetap pun langsung kembali pada saat panen. 3 bulan sekali Anda dapat menikmati hasil panen lele, dan pastikan keuntungan dikelola dan dikembangkan untuk modal tambahan agar hasilnya juga meningkat.

ADVERTISE