warung angkringan merupakan salah satu tempat yang cukup akrab di telinga masyarakat dan gemar dikunjungi, terutama di daerah Jawa. Angkringan ini biasanya berupa warung tenda sederhana yang jam operasinya dari sore hingga dini hari. Angkringan sendiri berasal dari bahasa Jawa ‘nangkring’ yang artinya duduk santai dengan nyaman. Pada mulanya, angkringan berasal dari gaya hidup mahasiswa. Suasana di warung yang satu ini pun cenderung egaliter, di mana tidak ada perbedaan antar sesama pengunjung, yang bebas berkumpul dan bercengkerama satu sama lain.

Angkringan banyak dijumpai di kota-kota yang mayoritas penduduknya adalah pelajar. Usaha kuliner ini lahir di kota Yogyakarta. Menu yang ditawarkan pun khas wong cilik atau orang kecil yang harganya relative murah seperti nasi kucing atau dalam istilah Jawa disebut sego kucing (sejenis nasi bungkus dalam porsi kecil serta murah sehingga sesuai dengan kantong mahasiswa), disertai menu tambahan lauk-pauk sederhana semacam sambal kering, teri goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate ceker, dan ikan bandeng, serta minuman-minuman sederhana seperti teh, kopi, atau jahe hangat. Seiring dengan perkembangannya, angkringan mulai banyak dijumpai di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lainnya.

Dengan pasaran yang luas dan terus bertambah, angkringan merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Bahkan sekarang ini banyak pebisnis-pebisnis, terutama dari kalangan muda yang mulai bergelut dan menekuni usaha ini. Karena itu, dalam bahasan kali ini akan dibahas analisa modal dan keuntungan usaha angkringan yang bisa menjadi gambaran dan pertimbangan Anda sebelum memulai bisnis ini.

Analisa Modal dan Keuntungan Usaha Angkringan 


Setelah mencermati tips-tips di atas, kita akan masuk pada menu utama, yakni analisa modal dan keuntungan usaha angkringan yang perlu Anda pertimbangkan dengan matang untuk meraih keuntungan yang memuaskan dan meminimalisasi risiko kerugian yang mungkin terjadi di masa depan. Berikut adalah analisanya.

1. Modal Awal

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk memulai usaha angkringan, Anda hanya perlu modal awal sekitar lima juta rupiah dengan rincian di bawah ini.

1.1. Peralatan
  • Gerobak angkringan Rp2.000.000,00
  • Peralatan lain (meja, kursi, kompor, dan lain-lain) Rp3.000.000,00
  • Total modal awal yang harus disediakan sebesar Rp5.000.000,00.

2. Biaya Produksi

Dalam setiap usaha, Anda tidak bisa hanya menyiapkan modal awal. Perlu diperhitungkan pula biaya variabel yang harus dikeluarkan setiap harinya agar usaha angkringan bisa berjalan.

2.1. Orek tempe, dengan bahan:
  • Tempe (1 Kg x Rp4.000,00) Rp4.000,00
  • Bawang merah (0.03 Kg x Rp15.000,00) Rp450,00
  • Bawang putih (0.02 Kg x Rp15.000,00) Rp300,00
  • Garam (0.005 Kg x Rp1.500,00) Rp7.50
  • Gula (0.01 Kg x Rp12. 000,00) Rp120,00
  • Lengkuas (0.01 Kg x Rp5.000,00) Rp50,00
  • Daun salam (0.001 x Rp6.500,00) Rp6.50
  • Penyedap (0.001 x Rp15.000,00) Rp15,00
  • Minyak goreng (0.1 Kg x Rp12.000,00) Rp1.200,00
  • Kecap (0.03 Kg x Rp25.000,00) Rp750,00
Total biaya untuk orek tempe adalah Rp6.899,00.

2.2. Sambal
  • Terasi (0.025 Kg x Rp20.000,00) Rp500,00
  • Bawang merah (0.05 Kg x Rp15.000,00) Rp750,00
  • Cabe (0.1 Kg x Rp17.000,00) Rp1.700,00
  • Gula (0.025 Kg x Rp12.000,00) Rp300,00
  • Teri (0.01 Kg x Rp1.500,00) Rp15,00
Total biaya untuk sambal adalah Rp3.265,00.

2.3. Nasi
  • Beras (0.2 Kg x Rp35.000,00) Rp7.000,00
  • Bungkus daun dan koran (1.5 Kg x Rp8.500,00) Rp12.750,00
  • Lain-lain Rp6.000,00
Total biaya untuk nasi adalah Rp25.750,00.

Secara keseluruhan, biaya produksi yang dibutuhkan adalah Rp35.914,00.

3. Keuntungan

Berdasarkan perhitungan sebelumnya, biaya variabel yang diperlukan. Langkah selanjutnya dalam analisis modal dan keuntungan usaha angkringan adalah menghitung keuntungan/kerugian yang mungkin diperoleh.

Dengan asumsi berat nasi kucing skitar 45-60 gram per bungkusnya, dalam sekali pembuatan dapat dihasilkan sekitar 70 nasi kucing. Dan dengan biaya variabel Rp35.914,00, dan dengan harga jual Rp1.000,00 per bungkus, maka keuntungan/kerugian dapat dihitung dengan formula berikut.

Keuntungan/kerugian = Total harga jual – Biaya variabel

= (70 x Rp1.000,00) – Rp35.914,00
= Rp70.000,00 – Rp35.914,00
= Rp34.086,00

Dengan mencermati hasil perhitungan di atas, keuntungan yang diperoleh cukup menarik. Semakin banyak produk angkringan yang Anda jual, maka keuntungan yang diperoleh pun akan semakin besar. Mengingat kondisi pasar angkringan yang tak pernah sepi dari pelanggan dan semakin diminati dari hari ke hari, tentunya Anda tidak perlu khawatir tidak mendapatkan pembeli.

Tips Menjalankan Usaha Angkringan 


Sebelum mengarah ke bahasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa tips untuk memulai usaha angkringan seperti dijelaskan di bawah ini.

1. Memastikan tujuan dan target pasar yang ingin dikejar

Dalam memulai usaha angkringan, Anda harus memastikan siapa yang akan membeli jajanan di angkringan yang dijalankan. Bila usaha Anda di daerah sekitar kampus, dapat dipastikan pembeli utamanya adalah mahasiswa. Namun, jika tempat usaha di dekat perumahan, maka konsumen Anda adalah warga dari beragam kalangan dan profesi. Hal ini untuk mengenali pola perilaku dan kebiasaan konsumen sehingga Anda bisa menentukan apakah akan buka pada jam-jam berapa saja. Jika memutuskan akan dibuka pada malam hingga dini hari, Anda harus memastikan calon pembeli Anda keluar mencari makan pada waktu-waktu tersebut.

2. Memberikan kelebihan usaha angkringan yang akan dijual

Mengingat saingan usaha Anda tidak hanya dari sesama angkringan, melainkan meluas dari warung-warung kecil hingga kafe, pastikan ada kelebihan yang bisa ditawarkan. Selain menyediakan menu unik dan enak, Anda bisa memberikan fasilitas dan layanan tambahan seperti tempat duduk luas, tempat yang nyaman, atau bahkan wifi bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi pembeli dan membuka peluang mendatangkan pelanggan-pelanggan lain. Namun, yang perlu diingat, usaha ini merupakan jenis usaha yang menekankan hangatnya kebersamaan dengan sesama pengunjung.

3. Mencari lokasi yang sesuai

Dalam analisa modal dan keuntungan usaha angkringan, sama seperti jenis usaha-usaha lainnya, tempat memegang peran yang cukup krusial. Karena itu, pilihlah tempat yang strategis, ramai, mudah dijangkau, lahan parkir luas, dekat dengan pembeli, dan tentunya aman. Masalah utama dalam usaha-usaha kecil semacam ini adalah kemunculan preman yang cukup kental, sehingga upayakan mencari lokasi yang tak banyak preman berkeliaran guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan.

4. Memperhitungkan modal dan harga jual menu yang ditawarkan

Untuk memulai usaha angkringan sebenarnya tidak memerlukan modal yang besar. Dengan dana di bawah lima juta saja, Anda bisa mendapatkan gerobak angkringan dengan harga sekitar dua jutaan. Tiga juta lainnya bisa digunakan untuk menyediakan seperti meja, kursi, kompor, dan perlengkapan lain yang diperlukan dalam usaha ini.

5. Perhatikan masalah kebersihan

Kebersihan merupakan salah satu hal krusial dalam setiap usaha yang berkaitan dengan kuliner. Bagi masyarakat modern, makanan bersih dan sehat menjadi tuntutan utama. Karena itu, perhatikan selalu kebersihan dan kesehatan mulai dari makanan yang disajikan hingga perangkat makan yang digunakan. Jangan sampai pelanggan Anda merasa jijik dan enggan untuk mampir kembali ke angkringan Anda.

Kesimpulan :

Walaupun demikian, perlu diingat bahwa analisa modal dan keuntungan usaha angkringan yang dipaparkan di atas hanyalah perhitungan kasar untuk memberikan gambaran awal kepada Anda mengenai bisnis kuliner yang kian diminati ini. Modal awal, biaya operasional, hingga keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar atau lebih kecil, tergantung pada situasi dan kondisi tempat di mana Anda membuka usaha angkringan. Info analisa menarik lainnya adalah Analisa modal dan keuntungan usaha pedagang kaki lima yang juga cukup membuat kamu terpukau. Terima kasih ...

ADVERTISE