Setelah membahas analisa usaha bakso pada minggu yang lalu. Pada kesempatan kali, saya akan kembali membahas tentang Analisa modal dan keuntungan usaha gorengan. Gorengan merupakan salah satu jenis makanan yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Bahkan, jajanan yang satu ini kerap menjadi favorit. Selain rasanya yang enak dan gurih, camilan ini juga tergolong cukup murah meriah. Dari orang tua, dewasa, anak-anak, bahkan balita, dapat merasakan nikmatnya berbagai jenis makanan yang diolah dengan cara digoreng ini. Konsumennya pun dari berbagai kalangan, mulai masyarakat biasa, pelajar, orang kantoran, hingga pengusaha besar pun banyak yang mengonsumsi gorengan.

Berbagai macam jenis gorengan ini dapat dijumpai di mana saja. Baik di restoran mewah hingga pedagang-pedagang di pinggir jalan banyak menjajakkan jajanan ini. Dengan pasar yang tak pernah sepi, bisnis gorengan ini menjadi usaha yang cukup menjanjikan. Memulai usaha ini pun cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Tips Menjalankan Usaha Gorengan


Dalam pembahasan kali ini akan mengulas analisis modal dan keuntungan usaha angkringan untuk memberi gambaran awal sebelum memulai. Namun, sebelumnya, perhatikanlah beberapa tips agar pembeli tertarik dan ketagihan membeli gorengan Anda.

1. Tempat usaha

Untuk memulai usaha gorengan, dapat dilakukan dengan memanfaatkan gerobak dorong dengan anggaran yang cukup terjangkau. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan tenda dari terpal jika ingin menetap berjualan di suatu tempat. Jika modal terbatas, Anda bisa berjualan di depan rumah saja dengan memanfaatkan tempat seadanya, seperti cukup diberi etalase atau dengan menggunakan meja untuk meletakkan gorengan/

2. Peralatan memasak

Peralatan memasak ini cukup menggunakan alat-alat yang sudah tidak asing lagi dan sering Anda gunakan sehari-hari seperti kompor, wajan, serta serok. Agar memberi hasil maksimal, gunakanlah wajan besar sehingga bisa menampung bahan gorenagan dalam jumlah banyak. Selain itu, sediakan pula plastik untuk menyimpan gorengan dan kantong plastik. Sebagai bahan tambahan, siapkan selalu cabai rawit, mengingat banyak yang menganggap gorengan akan semakin nikmat jika dimakan dengan bahan satu ini.

3. Harga

Berikanlah harga yang umum di pasaran atau jika memungkinkan, juallah gorengan lebih murah agar mampu bersaing dengan pengusaha gorengan lainnya dan bisa menjual dalam jumlah banyak setiap harinya. Harga umum yang ditawarkan biasanya antara Rp500,00 hingga Rp750,00 dengan keuntungan sekitar Rp50,00 hingga Rp100,00 per gorengan. Namun, cita rasa dan kualitas gorengan yang Anda jajakkan tetap menjadi prioritas utama.

Efek kesehatan menjadi salah satu yang perlu Anda utamakan dalam menjalankan usaha gorengan. Karena itu, sebelum mulai membahas analisa modal dan keuntungan usaha gorengan, ada beberapa hal lain yang perlu Anda utamakan untuk mengurangi efek kesehatan yang mungkin ditimbulkan.

  • Gantilah minyak secara teratur. Jika warna minyak yang digunakan telah menghitam atau keruh, segeralah ganti dengan yang baru. Minyak yang terlalu sering digunakan memberi efek tidak baik bagi kesehatan karena mengandung kolesterol tinggi yang berbahaya bagi konsumen Anda. Selain tidak baik bagi tubuh, minyak yang berubah kualitasnya ini juga mempengaruhi cita rasa gorengan.
  • Jagalah selalu kejujuran. Secara umum, banyak pelaku usaha gorengan berbuat kecurangan dengan memberikan plastik saat menggoreng. Hal ini dimaksudkan untuk membuat gorengan tetap renyah meski sudah lewat lama dari waktu menggoreng. Panas dapat membuat partikel-partikel kimia pada plastik meleleh dengan cepat dan mencemari gorengan sehingga sangat berbahaya bagi siapapun yang memakannya. Agar pelanggan tidak kecewa, jadilah penjual yang jujur dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan produk yang Anda jual.\
  • Gunakan tisu dapur atau bahan penyerap minyak lainnya untuk meniriskan gorengan. Biasanya, para pengusaha gorengan ini kerap meniriskan gorengan di atas kertas koran atau kertas bekas lain yang notabenenya bertinta. Tinta merupakan bahan yang mengandung timbal dan mudah melekat pada jenis makanan yang berminyak. Bayangkan jika makanan terkontaminasi timbal masuk ke dalam tubuh Anda, tentunya bisa menimbulkan risiko berbagai macam penyakit.

Saat ini, usaha gorengan telah menjamur yang di mana-mana bisa ditemukan dengan mudah. Karena itu, Anda sangat dianjurkan mencari inovasi-inovasi terbaru, terutama dalam hal resep adonan produk gorengan. Tujuannya adalah untuk memberikan nilai lebih dan membuat usaha Anda dapat unggul dari pesaing-pesaing usaha gorengan lainnya.

Analisa Modal dan Keuntungan Usaha Gorengan


Setelah mencermati berbagai tips di atas, kita akan mulai membahas tentang analisa modal dan keuntungan usaha gorengan yang diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai berapa biaya yang Anda perlukan untuk memulai bisnis kuliner satu ini. Sejatinya, hanya dengan modal ratusan ribu, Anda sudah bisa membuka usaha ini. Maka dari itu, usaha ini merupakan pilihan tepat bagi yang memiliki modal kecil namun ingin meraup keuntungan besar. Berikut adalah analisis dari usaha kecil menjanjikan ini.

1. Modal Awal

Untuk memulai usaha gorengan, Anda perlu menyiapkan modal awal yang dialokasikan untuk membeli peralatan seperti bahan baku, gerobak, kompor, dan peralatan lain yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ini.

  • Bahan baku Rp100.000,00
  • Gerobak Rp300.000,00
  • Gas elpiji dan kompor Rp100.000,00
  • Peralatan Rp200.000,00
  • Lain-lain Rp25.000,00

Total modal awal yang dibutuhkan adalah Rp725.000,00.

2. Biaya Operasional

Selain modal awal, Anda juga perlu menyiapkan biaya operasional yang digunakan untuk melakukan produksi gorengan setiap harinya, seperti diuraikan di bawah ini.

  • Pembelian bahan baku Rp60.000,00
  • Gas elpiji Rp15.000,00
  • Minyak goreng Rp15.000,00
  • Lain-lain Rp10.000,00

Total biaya operasional yang harus dikeluarkan per harinya sebesar Rp100.000,00.

3. Perkiraan Pendapatan

Dalam analisa modal dan keuntungan usaha gorengan ini, Anda diperkirakan dapat menjual sekitar 300 buah produk setiap hari. Jika harga gorengan per buahnya adalah Rp500,00, maka omzet Anda setiap harinya adalah sekitar Rp150.000,00.

4. Keuntungan

Setelah mengetahui biaya operasional yang perlu dikeluarkan setiap harinya dan perkiraan pendapatan yang bisa diperoleh, maka dapat dihitung berapa keuntungan/kerugian yang mungkin diperoleh setiap harinya seperti berikut ini.

Keuntungan/kerugian = Pendapatan per hari – Biaya operasional per hari

= Rp150.000,00 – Rp100.000,00 = Rp50.000,00

Dengan keuntungan sebesar Rp50.000,00 per harinya, maka dalam satu bulan Anda akan mendapatkan penghasilan senilai Rp1.500.000,00. Hasil yang cukup menggiurkan untuk usaha kecil-kecilan.

Analisa modal dan keuntungan usaha gorengan di atas hanyalah gambaran awal sebelum Anda mulai menggeluti usaha ini. Dan pembahasan di atas merupakan usaha yang dilakukan dengan skala kecil dengan modal terbatas. Jika Anda menginginkan keuntungan yang lebih besar, maka perlu menciptakan inovasi-inovasi dan kreativitas-kreativitas baru untuk menciptakan produk gorengan Anda menjadi lebih menarik dan memiliki nilai lebih dibandingkan yang dijual oleh pelaku usaha lain. Dengan demikian, Anda bisa menjualnya dengan harga yang tinggi untuk memperbesar omzet.

Cukup menggiurkannya usaha gorengan ini, kini mulai banyak yang mengembangkan usaha ini ke level yang lebih tinggi bahkan menyajikannya dengan tampilan yang mewah. Bahkan ada pula yang mulai membuka kafe dengan gorengan sebagai menu utamanya. Semoga bermanfaat

ADVERTISE