Usaha depot air minum isi ulang baru-baru ini memang telah banyak menjamur di masyarakat. Jenis usaha rumahan yang satu ini tak dapat dipungkiri menjadi salah satu yang banyak diminati. Selain modal yang diperlukan tidak terlalu besar namun keuntungan yang dihasilkan cukup menjanjikan, cara menjalankannya pun dapat dikatakan cukup mudah dan pasarnya hampir selalu ada di mana saja dan kapan saja. Hal itu karena air merupakan kebutuhan mutlak bagi manusia yang tidak mungkin ditinggalkan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan air minum tidak lagi dipenuhi dengan cara-cara tradisional seperti dengan merebus air sendiri. Hampir seluruh masyarakat kita saat ini telah menggunakan air mineral kemasan dalam paket galon. Cara ini lebih banyak diminati karena dinilai lebih mudah dan praktis. Tak hanya itu, air mineral dalam paket galon juga lebih hemat waktu dan ekonomis jika dibandingkan dengan merebus air sendiri, yang membutuhkan waktu lama dan cenderung menyebabkan pengeluaran sehari-hari justru menjadi lebih besar mengingat saat ini harga minyak tanah dan gas yang semakin mahal.

Jika dari pihak analisausaha.id melihat fakta yang ada, tak dipungkiri lagi bahwa setiap orang pasti memerlukan air minum dan pasti membutuhkan jasa isi ulangnya. Tak hanya di daerah perkotaan, usaha ini juga sudah banyak dijalankan di area perdesaan. Karena itulah, tulisan ini akan membahas tips serta analisa modal dan potensi keuntungan usaha depot air minum isi ulang yang bisa menjadi panduan Anda dalam memulai usaha. Berikut adalah ulasannya.

1. Persiapan awal memulai depot usaha air minum isi ulang


Mengingat usaha ini merupakan salah satu jenis usaha jangka panjang, sebelum memulainya, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan baik agar bisnis bisa berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala berarti ke depannya, seperti yang disebutkan di bawah ini.
  • Sebisa mungkin siapkan segala alat yang diperlukan untuk mendukung usaha ini, salah satunya adalah galon.
  • Jalinlah relasi dengan pemasok sumber air minum isi ulang, biasanya yang paling banyak diambil dari pegunungan yang kualitas airnya bagus, jernih, dan tidak terkontaminasi zat-zat berbahaya.
  • Siapkan motor atau kendaraan lain untuk sarana antar jemput air minum isi ulang ke konsumen.
  • Pilihlah lokasi yang strategis, misal di tepi jalan atau di daerah yang padat penduduk dan mudah dijangkau.
  • Siapkan promosi sederhana bisa dari mulut ke mulut, selebaran, atau media lainnya.
  • Kuasai medan area sekitar konsumen untuk memberikan pelayanan terbaik.

2. Memulai usaha depot air minum isi ulang


Setelah persiapan awal selesai, dalam bahasan analisa modal dan potensi keuntungan usaha air minum isi ulang ini, Anda juga harus memperhatikan dua hal berikut agar bisnis bisa berjalan dengan baik dan terus berkembang.
  • Berlangganan kepada pemasok perusahaan air minum isi ulang. Dengan menjadi pelanggan setia, Anda bisa mendapatkan bonus bahkan potongan harga khusus yang tentunya bisa memangkas biaya produksi.
  • Tepat waktu saat mengantarkan pesanan, hal sepele namun bisa berdampak besar. Dengan menjaga ketepatan waktu, Anda telah memberikan kepuasan tersendiri bagi pelanggan Anda sehingga dapat meningkatkan kepercayaan mereka pada usaha Anda.


2.1 Pemasaran

Ketika baru mulai merintis, pemasaran menjadi salah satu langkah penting untuk mengembangkan usaha. Anda tidak akan pernah mendapat konsumen atau bahkan pelanggan jika usaha Anda belum dikenal masyarakat. Karena itu, pemasaran atau promosi menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Berikut adalah tipsnya.
  • Buatlah brosur atau pamflet yang menarik dan informatif, lalu sebarkan ke banyak orang atau tempel di tempat-tempat yang mudah dilihat. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas online seperti Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya.
  • Sediakan fasilitas tambahan seperti layanan antar jemput yang memudahkan konsumen.

3. Resiko usaha depot air minum isi ulang


Mengetahui hambatan-hambatan yang mungkin akan Anda hadapi ke depannya juga menjadi hal penting dalam tips serta analisa modal dan potensi keuntungan usaha depot air minum isi ulang yang dibahas kali ini. Beberapa hal di bawah ini adalah beberapa kendala yang kerap dihadapi para pengusaha air minum isi ulang.
  • Kompetitor usaha yang semakin menjamur. Saat ini, hampir di setiap daerah selalu ada yang menjalankan jenis usaha ini sehingga Anda harus siap menghadapi persaingan yang makin ketat ke depannya.
  • Penurunan kualitas pelayanan seiring dengan semakin berkembangnya usaha, bisa membuat pelanggan kecewa dan akhirnya beralih ke tempat lain yang lebih memuaskan. Karena itu, Anda perlu menomor satukan kepuasan pelanggan untuk membuat usaha terus hidup.

5. Modal Awal Usaha Depot Air Minum Isi Ulang


Sebelum menjalankan tips-tips di atas, ada baiknya Anda melakukan perhitungan modal dan keuntungan terhadap usaha yang akan dijalani. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi jika terjadi kerugian.

5.1 Modal Awal
Mesin air isi ulang                                            = Rp5.000.000,00 
Renovasi tempat                                               =  Rp1.000.000,00 
Galon kosong 20 @ Rp25.000,00                    = Rp500.000,00 
Sepeda motor                                                   = Rp5.000.000,00 
Meja dan kursi kasir                                        = Rp300.000,00
Jumlah Total modal awal                                 = Rp11.800.000,00 

Dalam melakukan analisa modal dan potensi keuntungan usaha depot air minum isi ulang, perlu diingat bahwa semua peralatan yang Anda persiapkan di masa awal memulai usaha dapat mengalami penurunan setiap empat tahunnya, dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.000,00. Jika menggunakan sistem penyusutan dengan garis lurus, biaya penyusutan per tahunnya bisa dihitung dengan formula berikut ini.

5.2 Biaya penyusutan 
Rumus : Biaya peralatan – Nilai residu : 4
Perhitungan :  Rp11.800.000,00 – Rp1.000,00 : 4 = Rp2.949.750,00

Dari hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa biaya penyusutan per tahun adalah Rp2.949.750,00 atau jika dihitung per bulan menjadi Rp245.812,00.

5.3 Perlengkapan
Selain biaya peralatan, Anda juga harus menghitung biaya perlengkapan yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha air minum isi ulang.

- Papan nama                          = Rp100.000,00
- Tutup galon dan tisu             = Rp250.000,00
- Jumlah                                  = Rp350.000,00


6. Potensi Keuntungan Usaha Air Minum Isi Ulang


6.1. Pendapatan 
      - Rumus : 
      - 3.500,00 x 35 galon x 30 hari = Rp3.675.000,00 
6.2. Biaya Lain-lain
    - Listrik                                                           = Rp200.000,00
    - Air isi ulang 4 truk x Rp350.000,00             = Rp1.400.000,00
    - Gaji karyawan                                               = Rp500.000,00
    - Biaya perlengkapan                                      = Rp350.000,00
    - Biaya penyusutan peralatan                          = Rp245.812,00
    - Lain-lain                                                       = Rp100.000,00
    - Jumlah                                                          = Rp2.795.812,00

Berdasarkan perkiraan pendapatan dan biaya yang perlu dikeluarkan setiap bulannya, maka dapat diketahui bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh setiap bulannya adalah sebagai berikut.

6.3 Keuntungan Bersih
Rumus : Pendapatan – Biaya = Keuntungan
Perhitungan :  Rp3.675.000,00 – Rp2.795.812.00 = Rp879.188,00

Analisa modal dan potensi keuntungan usaha depot air minum isi ulang seperti yang digambarkan di atas hanya sebatas perhitungan semata, sebagai gambaran awal dalam memulai usaha ini. Modal dan hasil yang diperoleh pada praktik di lapangan, mungkin akan berbeda. Ada kemungkinan bisa menjadi lebih tinggi atau bahkan lebih rendah, semuanya bergantung pada lokasi di mana Anda memulai usaha depot air minum isi ulang ini. Pastikan Anda juga menyimak ya analisa usaha tentang Usaha Bakso yang telah saya bahas sebelumnya. Terima kasih

ADVERTISE