Bidang usaha jasa perjalanan (travel) merupakan salah satu peluang bisnis yang menggiurkan. Kalau melihat dari sisi analisa modal dan keuntungan bisnis travel ini, tampaknya cukup menjanjikan untuk bekal masa depan. Terlebih ditunjang sektor pariwisata, potensi wisatawan yang memakai jasa travel pasti lebih banyak.

Bisnis travel tergolong mudah dijalankan. Pasalnya, bidang usaha ini memiliki pangsa pasar luas. Banyak pemilik hotel, restoran, atau transportasi umum yang mau bekerja sama dengan agen perjalanan.

Bisnis jasa perjalanan meliputi banyak jenis, seperti penjualan tiket, pemandu wisata, paket wisata, rental mobil, dan pemesanan hotel. Anda bisa memilih salah satu dari kelima jenis tersebut, misalnya ingin membuka jasa penjualan tiket. Cobalah membuat kerja sama dengan beberapa penyedia jasa transportasi umum, seperti PT KAI dan maskapai Garuda.

Kelebihan Usaha Travel 


Berbicara tentang keuntungan, mungkin yang tebersit adalah uang. Tapi, tidak semua keuntungan itu berupa uang, salah satunya, bisnis jasa perjalanan. Kalau menjalankan usaha ini dengan baik, Anda akan mendapatkan mitra usaha dengan mudah. Selain itu, biro perjalanan merupakan bisnis yang melatih karyawannya untuk menjadi mandiri.

Kebanyakan bisnis tidak berjalan dengan langgeng. Ada yang istirahat di tengah perjalanan, beberapa malah berhenti sama sekali. Lain halnya dengan usaha travel yang notabene bertahan hingga bertahun tahun. Sektor ini akan tetap langgeng meskipun zaman telah berubah dan tahun kian bertambah.

Berapa Modal Memulai Bisnis Travel Ini ?


Tidak dimungkiri, modal merupakan fondasi suatu usaha. Tanpa modal, bisnis Anda tidak akan berjalan. Modal usaha mencakup modal awal dan biaya operasional. Modal awal hanya dikeluarkan pada saat pertama kali mendirikan usaha. Sementara, biaya operasional dihitung setiap bulan.

Modal awal bisnis jasa perjalanan, yaitu satu set komputer, meja dan kursi kantor, peralatan menulis, dan layanan online. biaya operasional yang harus Anda keluarkan setiap bulan, yakni biaya listrik, air, gaji karyawan, dan masih banyak lagi. Nah, berikut ini diberikan contoh modal untuk membuka usaha travel dengan asumsi kantornya ada di rumah.

Perlu digarisbawahi bahwa contoh di bawah ini adalah modal terendah yang mungkin dikeluarkan dengan fasilitas paling minimum.

Perincian Modal:
  • Satu Set Komputer = Rp2.000.000,00 
  • Alat Tulis : Rp500.000,00 
  • Meja dan Kursi : Rp3000.000,00 
  • Biaya Membuat Website : Rp1.000.000,00 
  • Total Modal = Rp6.500.000,00 

Satu set komputer berupa CPU, monitor layar datar, keyboard, mouse, printer, dan jaringan internet. Biasanya, harga satu set komputer sebesar Rp1.500.000,00. Sementara, untuk koneksi internet, Anda bisa memanfaatkan WiFi. Saat ini, telah beredar WiFi dengan teknologi 4G yang harganya sekitar Rp500.000,00.

Selain membutuhkan alat-alat tersebut, Anda juga memerlukan website untuk mempromosikan jasa perjalanan secara online. Harga pada contoh merupakan website paling sederhana. Jika ingin yang lebih canggih, Anda harus membayar lebih mahal.

Biasanya, sebuah usaha akan lebih cepat berkembang kalau dipromosikan secara online. Pasalnya, orang zaman kekinian cenderung mencari informasi melalui mesin pencari seperti Google di internet.

Jadi, untuk memulai usaha travel, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp7.000.000,00 sampai dengan tidak terbatas. Modal awal memang terlihat besar, tapi keuntungan yang akan didapatkan pun lebih besar.

Menghitung Keuntungan Usaha Travel 


Analisis keuntungan usaha travel dapat dilakukan dengan menghitung pendapatan harian dikurangi biaya operasional. Berikut contoh rincian biaya operasional yang akan Anda keluarkan setiap bulan.

Perincian Biaya:
  • Gaji Karyawan Rp3.000.000,00 
  • Biaya Listrik dan Air Rp300.000,00 
  • Isi Printer dan Kertas Rp400.000,00 
  • Biaya Telepon Rp400.000,00 
  • Biaya Internet Rp100.000,00 
  • Total Pengeluaran Rp4.200.000,00 

Sekarang, mari hitung asumsi pendapatan setiap bulan dari penjualan tiket saja. Misalnya, Anda mendapatkan komisi 5% dari agen tiket. Harga tiket sesungguhnya Rp200.000,00. Berarti, komisi yang didapatkan dari satu lembar tiket, yaitu 5% dikalikan Rp200.000,00, hasilnya Rp10.000,00. Asumsikan dalam satu hari terjual 20 lembar tiket, berarti pendapatannya sebesar Rp200.000,00 per hari.

Kalau Anda hitung pendapatan selama sebulan, totalnya menjadi Rp6.000.000,00. Pendapatan ini dikurangi biaya operasional sebesar Rp4.200.000,00. Maka, keuntungan bersih dalam sebulan Rp1.800.000,00. Keuntungan tersebut hanya dari penjualan tiket, belum ditambahkan dengan penjualan jasa lainnya di bidang travel.

Itulah analisa modal dan keuntungan bisnis travel yang bisa Anda terapkan. Meskipun hanya analisis saja, tapi bisa dijadikan gambaran untuk memulainya. Semoga bermanfaat.

ADVERTISE