Siapa sih, yang tidak membutuhkan pulsa? Zaman sekarang, semua orang punya ponsel. Otomatis, mereka juga memerlukan isi ulang pulsa. Jadi, tidak ada salahnya kalau Anda membuka bisnis pulsa. Berjualan pulsa tidak ruginya. Untuk membuktikannya, coba lakukan analisa modal dan keuntungan bisnis pulsa.

Hasilnya, pasti mengejutkan. Modal berjualan pulsa hanya ratusan ribu rupiah bisa menjadi jutaan rupiah. Berapa pun uang Anda, dengan menjual pulsa, jumlahnya pasti berlipat ganda.

Bisnis pulsa bisa dijadikan sebagai usaha sampingan bagi siapa pun. Mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, sampai pekerja kantoran yang membutuhkan penghasilan tambahan. Ada dua jenis bisnis pulsa, yaitu berupa kios online dan kios fisik.

# Berjualan Pulsa Melalui Kios Online

Kios online merupakan bentuk berjualan pulsa paling mudah. Anda hanya modal koneksi internet dan ponsel untuk memulai usaha ini. Modal awalnya sekitar Rp100.000,00 sampai Rp1.000.000,00.

Cara mempromosikannya bisa melalui Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya. Calon pembeli pulsa Anda tentunya berasal dari teman-teman dekat, rekan, atau kenalan. Tapi, pilihlah operator pulsa elektrik yang selalu siap dan cepat mengirim pulsa.

Keuntungan yang Anda dapatkan dari berjualan pulsa melalui kios online pun cukup menggiurkan. Asumsinya, modal awal untuk membeli pulsa dari operator sebesar Rp100.000,00. Jenis pulsanya terdiri dari berbagai operator, seperti Telkomsel, Indosat, dan Tri.

Umpamakan dalam sehari, Anda melayani 100 kali transaksi pulsa yang nominalnya Rp10.000,00. Komisi dari operator Rp1000,00. Berarti keuntungan yang diperoleh Rp100.000,00 per hari. Jumlah ini dikalikan selama satu bulan, penghasilannya kurang lebih Rp3.000.000,00.

# Membuka Kios Fisik


Mungkin, tidak mudah membuka kios fisik untuk berbisnis pulsa. Banyak modal yang harus dikeluarkan kalau mau menyewa kios di tempat strategis. Tapi, jika rumah Anda berada di pusat keramaian, itu jauh lebih baik. Modal awalnya pasti lebih ringan.

Berapa sih, modalnya kalau menyewa tempat? Coba asumsikan biaya sewa tempat di lokasi strategis setiap bulan Rp450.000,00. Kemudian, modal untuk kulakan pulsa semua jenis operator kurang lebih Rp1.000.000,00 dalam bentuk voucer dan elektrik. Perbanyak jumlah pulsa elektrik karena orang-orang lebih menyukai jenis ini.

Banyak transaksi per hari sekitar 20 kali. Jumlah pulsa yang keluar rata-rata Rp10.000,00. Kalau dikalikan, hasilnya Rp200.000,00 per hari. Dalam sebulan, pendapatan dari berjualan pulsa mencapai kurang lebih Rp6.000.000,00.

Pendapatan tersebut dikurangi biaya kulakan, sewa tempat, dan gaji 1 orang karyawan (jika ada). Jadi, total penghasilan bersih Anda kurang lebih Rp3.000.000,00. Jumlah ini bisa bertambah kalau kulakan pulsanya pun ditingkatkan, misalnya menjadi Rp2.000.000,00.

# Bagaimana Analisis Modal dan Keuntungan Kalau Menjadi Outlet?


Bisnis pulsa tidak hanya meliputi penjualan langsung ke konsumen. Anda pun bisa menjadi distributor pulsa dengan membuka outlet. Tapi, modalnya lebih banyak. Jenis pulsa yang Anda sediakan pun lebih bervariasi.

Modal yang harus Anda siapkan untuk membuka outlet, yaitu empat buah ponsel, satu set komputer, meja, kursi, voucer perdana, voucer isi ulang, pulsa elektrik, dan koneksi internet. Total modal awalnya sekitar Rp6.000.000,00. Pengeluaran per bulan kurang lebih Rp1.500.000,00.

Kalau Anda menugaskan satu orang karyawan, berarti masuk dalam pengeluaran setiap bulan. Nominalnya sekitar Rp1.500.000,00. Maka, keuntungan yang diperoleh berasal dari pendapatan dikurangi pengeluaran per bulan, sekitar Rp3.000.000,00.

Melihat peluang tersebut, tidak ada salahnya Anda mengembangkan usaha pulsa secara bertahap. Pertama, berjualan pulsa di rumah, lambat laun membuka kios di tempat strategis. Jika merasa modalnya sudah cukup, silakan membuka outlet. Syaratnya, lakukan analisa modal dan keuntungan bisnis pulsa dengan sebaik-baiknya agar usaha tidak berhenti di tengah perjalanan.

ADVERTISE