Bisnis fashion memang tidak ada matinya. Fashion terus berkembang dan berubah sesuai dengan tren di zamannya. Siapa pun bisa membuka usaha fashion. Tapi, sebaiknya lakukan analisa modal dan keuntungan bisnis fashion sebelum memutuskan terjun ke dalamnya.

Peluang sukses di bisnis fashion terbuka bagi siapa saja. Fashion tidak hanya soal pakaian, tetapi juga tas, sepatu, dan berbagai aksesori. Dunia usaha ini identik dengan kaum perempuan, meskipun tidak sedikit pria yang menggelutinya.

Bagaimana Cara Bisnis Fashion ?


Memulai bisnis fashion tidak sulit. Apalagi, sekarang ditunjang dengan fasilitas media sosial di internet. Banyak orang yang memanfaatkannya sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan calon pembeli.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis fashion, yaitu meneliti peluang pasar. Perhatikan jenis fashion yang sedang digandrungi banyak orang, terutama remaja. Remaja merupakan sasaran pasar paling potensial. Pasalnya, para remaja cenderung senang mengikuti mode terbaru.

Selanjutnya, Anda menentukan nama atau merek produk. Merek ini penting untuk memudahkan perkenalan produk kepada calon pembeli. Pilih merek yang unik dan mudah diingat.

Langkah ketiga, Anda harus membuat akun khusus untuk berjualan di media sosial. Media sosial yang bisa digunakan antara lain, Facebook, Instagram, dan website. Cara termudahnya, yaitu berjualan lewat toko online, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Tahap berikutnya, yaitu menyusun strategi pemasaran. Memiliki akun pemasaran di media sosial saja tidak cukup. Anda harus mencoba promosi langsung, mulai dari orang-orang terdekat. Buatlah daftar nama yang ingin didatangi, paling sedikit 100 orang pertama.

Langkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan, yaitu melakukan analisis modal dan keuntungan bisnis fashion. Modal usaha fashion meliputi modal awal dan modal per bulan. Modal bisnis ini tergolong paling kecil, karena Anda bisa memulainya tanpa modal awal sepeser pun.

Modal Awal Bisnis Fashion


Berapa sih, modal usaha di bidang fashion? Modalnya tergantung jenis dan jumlah produk yang Anda pasarkan. Misalnya, ingin membuka usaha fashion berupa kaos pria, modal awalnya berupa sewa tempat atau toko. Harga sewa tempat tiap daerah tidak sama. Mari asumsikan, harga sewanya Rp3.000.000,00 per tahun. Berarti, biaya ini hanya dikeluarkan setahun sekali.

Namun, harga sewa tersebut berlaku di kota kecil seperti Tegal, Pekalongan, dan kota kecil lainnya. Tentu saja letaknya pun di jalanan kampung atau desa. Jika ingin di pinggir jalan utama dan besar, harga sewa bisa mencapai 20juta/tahun.

Selanjutnya, menentukan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan. Biaya tersebut meliputi biaya listrik, kulakan pakaian, dan gaji karyawan. Ambil asumsi biaya kulakan pakaian rata-rata Rp20.000,00 per kaos.

Setiap bulan, Anda mengambil sekitar 200 lembar kaos. Berarti, total biaya yang dikeluarkan untuk kulakan kaos Rp4.000.000,00. Asumsikan biaya listrik sebesar Rp300.000 per bulan dan gaji 2 orang karyawan Rp3.000.000,00.

Keuntungan Bisnis Fashion 


Pemasukan setiap bulan dihitung dari jumlah kaos yang terjual dikalikan harga beli kaos. Kalau asumsi harga jual rata-ratanya Rp50.000,00 per kaos, berarti pendapatannya Rp10.000.000,00 per bulan. Penghasilan ini dikurangi modal per bulan sebesar Rp7.300.000,00. Jadi, keuntungan bersih per bulan Rp2.700.000,00.

Sementara, modal awalnya Rp3.000.000,00 bisa Anda hitung dari total penghasilan setahun. Sebenarnya, modal ini sudah kembali ketika usaha berjalan dua bulan penuh.


Bisakah Bisnis Fashion di Jalankan Tanpa Modal ?


Apakah bisa, berbisnis di bidang fashion tanpa modal seperak pun? Jawabannya, bisa! Zaman sekarang, semuanya serbabisa, termasuk dalam memulai usaha fashion.

Saat ini, banyak toko-toko yang menyediakan layanan dropshiper. Layanan ini disediakan untuk Anda yang ingin berjualan pakaian, tas, dan sepatu tanpa harus menyetorkan dana kulakan.

Cara pemasarannya melalui internet atau layanan toko online, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Anda tinggal memajang produk yang ingin dijual. Kalau promosinya menarik, pasti banyak orang yang membeli.

Saat ada calon pembeli yang memesan produk tersebut, segera hubungi toko penyedia barang. Lalu, toko itu akan mengirimkan barang ke alamat pembeli dengan nama Anda. Sementara pembayarannya langsung diteruskan ke rekening Anda.

Tidak sedikit orang yang berhasil berbisnis di bidang fashion. Hal yang paling penting, yaitu Anda harus bisa melakukan analisa modal dan keuntungan bisnis fashion agar keuangan terkontrol dengan baik.

ADVERTISE